Bisnis
Bakmi Siantar LINA di Gading Serpong Sajikan Aneka Menu Mie
Bisniscorner.com – Untuk memanjakan lidah penggemar bakmie Siantar, khususnya bagi Anda yang tinggal di kawasan Tangerang Raya kini dapat menikmatinya dengan mengunjungi Bakmi Siantar LINA yang berada di Ruko Paramount Kawasan Gading Serpong, Tangerang.
Bakmi Siantar LINA ini menyajikan menu yang halal, dan menu yang tidak halal. Secara umum yang non-halal biasanya menggunakan daging babi cincang atau babi merah (casio). Yang halal sudah pasti menggunakan daging ayam dan daging sapi.
“Kelebihan dari resto Bakmi Siantar LINA ini mempunyai 2 dapur masak yang terpisah untuk menyajikan menu yang halal dan non halal. Agar para penikmat bakmi ini lebih aman dan nyaman dalam menikmati menu yang disajikan,” terang Lina Kartika atau akrab disapa Ci Lina, Owner Bakmi Siantar saat soft launching Bakmi Siantar LINA pada Jumat, 21 Februari 2020.

Selain enak, untuk menikmati menu di Bakmi Siantar LINA cukup terjangkau dari harga mulai Rp 18 ribu hingga Rp 39 ribu rupiah.
Resto 2 lantai ini menyediakan ruang ber AC di lantai 2 yang bisa dipakai untuk arisan, kumpul keluarga dan sebagainya.” Cukup merogoh kocek minimal Rp 1.3 juta, Anda sudah dapat menikmati makanan dan minuman dengan tempat yang representative,” ujar Ci Lina.
Menurut Ci Lina, mie di resto ini dibuat sendiri atau homemade sehingga rasanya enak dan kenyal. Selain menunya beragam, pelayanan juga cukup ramah dan menyenangkan.
“Penikmat Bakmi Siantar LINA ini cukup ramai datang dari berbagai kalangan. Menu yang di sajikan cukup bervarian dari yang halal sampai yang non halal,” kata Ci Lina yang berparas cantik, style dan ramah.
Adapun beragam menu yang dapat dinikmati, antara lain bakmi istimewa, bakmi cu kiok, bakmi 6 rasa, bakmi babi kecap, bakmi chasio & cincang, bakmi ayam kampong, bakmi ayam jamur, nasi goreng, kwetiauw, dim sum.
Untuk minumamnya, yakni susu kacang kedelai, kietna, es lida buaya dan untuk dessert bisa mencoba gui ling kao madu, kacang hitam dan kacang hijau.
“Di resto ini juga menyediakan menu paket dan tantangan makan bakmi dengan hadiah menarik uang tunai Rp 2,5 juta,” pungkas Lina.
Bisnis
Kolaborasi dengan CGV, KAI Services Kelola Layanan Kebersihan di 40 Bioskop CGV
Bisniscorner.com – KAI Services terus melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas jangkauan melalui kolaborasi dengan perusahaan di luar KAI Group. Salah satunya unit Cleaning KAI Services, Resclean, melakukan pelayanan di 40 bioskop CGV yang tersebar di 11 Provinsi yang meliputi wilayah Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Purwakarta, Karawang, Pekanbaru, Batam, Medan, Padang, Palembang, Cirebon, Tegal, Banyumas, Sukoharjo, Sleman, Madiun, Kediri, Blitar, hingga Makassar.
KAI Services hadir sebagai penyedia layanan kebersihan profesional di ruang publik dengan ambil bagian menjaga kenyamanan penonton CGV dengan menghadirkan pengalaman menonton film di bioskop yang terjaga kebersihannya. Untuk pelayanan proses pembersihan yang dilakukan KAI Services dilakukan dengan peralatan serta chemical yang sesuai dengan standar yang berlaku serta focus pada detail dan area sentuh tinggi (High Touch Point).
Fadya Anggraini, salah satu pelanggan CGV, mengatakan, sangat nyaman nonton film di CGV karena kebersihannya terjaga. Mulai dari masuk bioskop hingga di dalam bioskopnya semuanya bersih dan membuat kami sebagai penonton sangat nyaman menikmati sajian film disini.
“Tadi saya melihat petugas kebersihannya dari KAI Services sedang membersihkan area gedung bioskopnya dan saya apresiasi ternyata CGV dan KAI Services kolaborasi untuk memberikan pelayanan kebersihan yang membuat kami merasa nyaman dengan kebersihan seluruh area CGV,” ujar Fadya.
Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, Kolaborasi dengan CGV menjadi bukti dedikasi KAI Services untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk turut merasakan layanan terbaik. Selain itu, langkah ini menegaskan peran KAI Services sebagai perusahaan penyedia layanan bisnis professional yang terus berkembang dan focus kepada kepuasan pelanggan.
“Kolaborasi dengan CGV menjadi bukti KAI Services saat ini tidak hanya berfokus untuk mengelola bisnis di lingkungan KAI group saja tapi juga sudah melakukan berbagai ekspansi lewat semua unit bisnis yang kami Kelola. Di tahun 2026 ini kami akan terus melakukan ekspansi ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pelayanan jasa seperti cleaning, parkir, hingga security.” Ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada selasa (27/1).
Nyoman menambahkan, Unit Cleaning KAI Services, Resclean, telah memiliki rekam jejak panjang dalam menghadirkan layanan kebersihan berkualitas. Selain mengelola kebersihan stasiun dan kereta api yang mendapat apresiasi masyarakat, Resclean juga menangani kebersihan Griya Karya KAI serta kantor-kantor di lingkungan KAI Group. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan ternama seperti DAMRI, ASDP, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga telah mempercayakan layanan kebersihannya kepada Resclean. (Rls)
Bisnis
Stasiun Jatake di BSD City, Wujud Kolaborasi Sinar Mas Land, Kementerian Perhubungan dan PT KAI Perkuat Pengembangan Kawasan Terintegrasi Berbasis Transportasi Massal
Bisniscorner.com – Sinar Mas Land menegaskan komitmennya dalam membangun kawasan berkelanjutan melalui peresmian Stasiun Kereta Api Jatake, yang dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem kawasan terintegrasi di BSD City dan Kabupaten Tangerang. Peresmian stasiun ini dilakukan oleh Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan Republik Indonesia), Andra Soni (Gubernur Banten), Allan Tandiono (Direktur Jenderal Perkeretaapian), Bobby Rasyidin (Direktur Utama PT KAI), Irawan Harahap (CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land) dan Christopher Siswanto (CEO Strategic Land Bank, Sinar Mas Land) di Stasiun Jatake pada 28 Januari 2026.
Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, mengatakan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Kereta Api Indonesia dan Sinar Mas Land atas inisiatif dan peran aktifnya dalam pembangunan Stasiun Jatake. Peresmian Stasiun Jatake hari ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan luas bangunan stasiun lebih dari 3.000 m2, peron yang memadai, serta mampu melayani penumpang hingga 20 ribu penumpang per hari, stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh, khususnya di kawasan Serpong, BSD City dan sekitarnya. Beroperasinya Stasiun Jatake tentu menambah pilihan, meningkatkan kenyamanan, dan kualitas layanan bagi masyarakat. Inilah esensi transportasi publik: terjangkau, teratur, dan memberi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.
Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI menyampaikan, pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan terkait penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan. Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan pendekatan Transit Oriented Development. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah. Jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencapai 77,55 juta orang pada 2025 menunjukkan peran strategis kereta api perkotaan dalam menopang ekosistem pergerakan ekonomi harian masyarakat penyangga Jakarta.
Christopher Siswanto Adisaputro, CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land menyatakan, bagi kami, konektivitas adalah fondasi utama dalam membangun kota yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi bagian strategis dalam ekosistem transportasi terpadu yang mendukung BSD City sebagai kawasan hunian, bisnis, dan inovasi, sekaligus masyarakat di Kabupaten Tangerang secara umum untuk terhubung dengan pusat-pusat aktivitas di Jabodetabek. Keberhasilan peresmian Stasiun Jatake hari ini merupakan hasil dari kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah. Bagi Sinar Mas Land, kerja sama ini mencerminkan semangat yang sama yakni menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Keberadaan Stasiun Jatake turut meningkatkan nilai dan fungsi kawasan hunian di sekitarnya, termasuk Hiera, salah satu kawasan residensial terdekat yang dikembangkan Sinar Mas Land. Dengan akses yang dekat ke stasiun, Hiera menawarkan pilihan hunian yang mendukung gaya hidup modern, di mana mobilitas berbasis transportasi massal menjadi bagian dari keseharian penghuni. Kawasan Hiera di BSD City merupakan proyek mixed-use yang dikembangkan dalam kolaborasi Mitbana yang merupakan joint venture Mitsubishi Corporation (Jepang) dan Surbana Jurong (Singapura) dengan Sinar Mas Land. Kawasan ini terdiri atas klaster perumahan, apartemen, dan mall yang mengusung konsep TOD (Transit Oriented Development).
Melalui kolaborasi ini, Sinar Mas Land menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan infrastruktur publik. Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan wilayah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang. (Rls)
Bisnis
IHSG “Ngaso” dan Teguran Sunyi dari Pasar Global
Bisniscorner.com – Pasar modal tidak pernah benar-benar berbicara dengan kata-kata. Ia berbicara melalui harga, volume, dan kecepatan reaksi. Ketika IHSG terjun tajam hingga memicu trading halt, pesan yang disampaikan pasar sangat jelas: ada sesuatu yang mengganggu kepercayaan. Dan dalam dunia keuangan global, gangguan kepercayaan jarang datang tanpa sebab.
Pemicu langsung gejolak ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan penyesuaian indeks saham Indonesia. Langkah tersebut, bagi sebagian pihak, mungkin terlihat teknis. Namun bagi investor global, itu adalah teguran serius terhadap kualitas pasar—bukan pada satu saham, melainkan pada sistem secara keseluruhan.
MSCI bukan lembaga politik, juga bukan regulator domestik. Tetapi ia memiliki pengaruh yang sering kali lebih menentukan daripada kebijakan jangka pendek. Indeks yang mereka susun menjadi rujukan triliunan dolar dana kelolaan dunia. Ketika MSCI menyoroti isu free float, transparansi data, dan struktur kepemilikan saham, pasar global membaca satu hal: risiko investability sedang meningkat.
Reaksi pasar pun berlangsung tanpa jeda. Investor institusional tidak menunggu klarifikasi panjang atau narasi pembelaan. Mereka bekerja dengan disiplin risiko. Begitu persepsi berubah, portofolio disesuaikan. Aksi jual membesar, volatilitas melonjak, dan rasionalitas perlahan tersingkir oleh insting perlindungan modal.
Di titik itulah Bursa Efek Indonesia menekan tombol trading halt. Secara fungsi, ini adalah mekanisme pengaman untuk meredam kepanikan. Namun secara makna, trading halt adalah pengakuan bahwa pasar telah memasuki wilayah rapuh. IHSG “ngaso” bukan karena pasar kelelahan, tetapi karena kepercayaan sedang goyah.
Penting untuk menempatkan peristiwa ini secara proporsional. Ini bukan semata kegagalan teknis, dan juga bukan vonis atas fundamental ekonomi Indonesia. Secara makro, perekonomian nasional relatif stabil. Konsumsi domestik kuat, inflasi terkendali, dan fiskal cukup disiplin. Namun pasar modal global tidak hanya menilai angka-angka makro. Ia menilai kualitas ekosistem.
Di sinilah persoalan utama muncul. Pasar yang terintegrasi secara global hidup dari transparansi, konsistensi aturan, dan kejelasan data. Teguran dari MSCI hanya menjadi pemicu karena ada ruang domestik yang belum sepenuhnya tertutup. Dengan kata lain, tekanan eksternal selalu menemukan jalannya ketika tata kelola internal belum sepenuhnya solid.
Dalam konteks ini, sentimen nasionalisme perlu dimaknai secara dewasa. Bukan sebagai penolakan terhadap pengaruh asing, tetapi sebagai dorongan untuk memperkuat fondasi sendiri. Kemandirian pasar modal tidak diukur dari seberapa keras menolak standar global, melainkan dari seberapa siap memenuhi standar tersebut dengan sistem yang kredibel.
Ujian ini seharusnya menjadi cambuk institusional. Bagi regulator, ini adalah momentum untuk memperbaiki transparansi dan konsistensi kebijakan. Bagi emiten, ini pengingat bahwa keterbukaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan prasyarat kepercayaan. Dan bagi seluruh pemangku kepentingan, ini adalah peringatan bahwa pasar modern tidak memberi ruang besar bagi toleransi terhadap ketidakjelasan.
Bagi investor ritel, gejolak ini mengajarkan kembali pelajaran lama: pasar bergerak bukan hanya oleh berita, tetapi oleh persepsi risiko. Kepanikan sering kali memperbesar kerugian, sementara disiplin memberi ruang untuk membaca peluang dengan kepala dingin.
IHSG, seperti pasar lainnya, akan kembali bergerak. Sejarah menunjukkan bahwa koreksi tajam selalu diikuti fase penyesuaian. Namun yang menentukan kualitas pemulihan bukanlah seberapa cepat indeks bangkit, melainkan seberapa serius pelajaran ini direspons.
Jika “ngaso” hanya dimaknai sebagai jeda, maka krisis kepercayaan akan berulang. Tetapi jika jeda ini digunakan untuk berbenah, memperkuat tata kelola, dan memperjelas arah, maka pasar tidak hanya akan pulih — ia akan menjadi lebih dewasa. (Penulis : Lukman Hqeem – Analis Pasar Dupoin Indonesia)
-
Hotel5 tahun agoHOTEL SANTIKA TERASKOTA BSD CITY
-
Gaya Hidup6 tahun agoLebih Dekat Mengenal Brand Clothing Line Erigo dan Thanksinsomnia
-
Bisnis5 tahun agoAplikasi “Jiwa+” Cara Gampang Pesan Kopi Janji Jiwa & Jiwa Toast
-
Hotel5 tahun agoPaket Intimate Wedding di Hotel Santika BSD City Dibandrol Rp 9.999.000
-
Hotel5 tahun agoHotel Santika BSD Teraskota Tawarkan Paket Pernikahan Mulai Rp 17 Jutaan
-
Breaking News5 tahun agoPebisnis Asal Tangsel Ikut Cerdaskan Anak Bangsa
-
Breaking News5 tahun agoPolda Banten Gelar Pengukuhan dan Pelantikan Siswa Diktuk Bintara Polri TA.2020/2021
-
Hotel5 tahun agoSwissotel Jakarta PIK Avenue Hadirkan Restoran The Chinese National
