Bisnis
Tambah Pasokan LPG 3 Kg Hingga 50% di Banten, Pertamina Imbau Masyarakat Beli LPG di Pangkalan
Bisniscorner.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat, telah menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram (Kg) di wilayah Banten (Cilegon, Serang, Pandeglang dan Tangerang Raya) hampir lebih dari 50%, sejak pekan lalu.
Masyarakat dapat membeli LPG subsidi ini langsung di Pangkalan LPG resmi Pertamina, dengan harga sesuai SK Walikota/Bupati setempat.
Pasokan fakultatif atau penambahan alokasi bersifat situasional, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama himbauan #DiRumahAja yang diterapkan pemerintah.
Dengan total tambahan hampir mencapai 570 ribu tabung di Provinsi Banten, Pertamina akan selalu memastikan kecukupan LPG 3 Kg di tengah masyarakat. Angka tersebut hanya tambahan pasokan saja, karena selain fakultatif, Pertamina tetap melakukan suplai regular di agen dan pangkalannya, sehingga toral tabung LPG melon yang beredar mencapai 930 Ribu tabung.
“Pasokan tambahan ini dilakukan secara bertahap, sejak 29 Maret hingga bulan April. Di Tangerang Raya, fakultatifnya saja mencapai 67% dari pasokan harian rata-rata. Di Cilegon, Serang dan Pandeglang, tambahannya mencapai 56% dari pasokan harian rata-rata. Sementara itu di Kab Lebak, Pertamina menambahkan hingga 113% dari pasokan harian rata-ratanya,” jelas Dewi.
Meski pasokan rumah tangga meningkat, namun di sisi lain, kebutuhan LPG untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat telah memasak di rumah.
Dewi kembali mengimbau masyarakat untuk membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan tidak membeli dalam jumlah berlebih, karena selama masa pandemik Covid-19 ini Pertamina menjamin ketersediaan pasokan dan terus memantau pasokan di jalur distribusi resmi Pertamina yakni di Agen dan Pangkalan.
“Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen hingga Pangkalan. Artinya, titik poin terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer ataupun warung,” ungkap Dewi.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di seluruh wilayah Banten, terkait pengawasan penjualan LPG di tingkat pedagang eceran yang diluar ranah Pertamina.
Karena sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 33 disebutkan, pada pelaksanaan pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG oleh Direktur Jenderal, dimana dapat membentuk tim pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG.
Adapun tim pengawasan tersebut melibatkan semua pihak dari pemerintah tingkat Propinsi hingga Kelurahan. “Kami berharap pengawasan ini dilakukan bersama-sama oleh pemangku kepentingan terdekat dengan masyarakat, sehingga tambahan pasokan LPG fakultatif yang jumlahnya sangat besar ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dengan melakukan penimbunan atau memainkan harga di tingkat eceran,” jelas Dewi.
Dewi mengungkapkan, aparat yang berwenang dapat menindak dengan sanksi tegas bagi pelaku penimbunan atau penyimpanan barang bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan Dan Pendistrlbusian LPG Tabung 3 Kilogram. “Pasal 16 disebutkan, Badan Usaha dan masyarakat yang melakukan melakukan penimbunan dan atau penyimpanan dan penggunaan LPG subsidi yang bertentangan dengan ketentuan dikenakan sanksi sesuai aturan perundang-undangan,” ujarnya.
LPG 3 Kg merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur untuk rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro.
Untuk masyarakat golongan mampu, dapat menggunakan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. Untuk informasi produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (Rls)
Bisnis
MG Torehkan Capaian Positif di IIMS 2026 melalui Lini EV Terbarunya
Bisniscorner.com – Sejalan dengan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan listrik inovatif yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia, Morris Garages (MG) Motor Indonesia mencatatkan capaian positif dalam partisipasinya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Selama pameran berlangsung, MG berhasil membukukan total 708 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), mencerminkan antusiasme dan kepercayaan konsumen terhadap lini kendaraan MG, khususnya kendaraan listrik.
SUV listrik terbaru MGS5 EV menjadi kontributor utama dari pencapaian tersebut, dengan mencatatkan 579 SPK selama IIMS 2026, atau sekitar 80% dari total pemesanan MG sepanjang pameran. Sejak resmi diluncurkan pada hari pertama pameran, model ini telah menjadi daya tarik utama konsumen yang menunjukkan penerimaan pasar yang kuat terhadap SUV listrik terbaru MG.
Capaian tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya penghargaan Favorite Indonesian Premiere Launch di IIMS 2026. Penghargaan ini menjadi validasi atas inovasi, serta nilai kompetitif yang ditawarkan MGS5 EV, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu SUV listrik yang paling diminati selama pameran.
“Pencapaian positif MG dalam ajang IIMS 2026 kali ini merupakan pembuka yang baik tahun 2026 – tahun yang exciting untuk MG. Tentunya, kami sangat mengapresiasi antusiasme setiap pengunjung booth MG terhadap lini produk EV inovatif kami, khususnya MGS5 EV sebagai inovasi terbaru kami untuk mobilitas keluarga Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan inovasi dan layanan terbaik untuk memberikan nilai lebih bagi setiap konsumen MG di Indonesia,” ujar Jason Huang, Chief Executive Officer MG Motor Indonesia.
Mengusung semangat “Because Everyone Matters”, MGS5 EV dirancang dari kebutuhan nyata setiap anggota keluarga Indonesia. SUV listrik ini memadukan desain modern, ruang kabin yang lapang, fitur keselamatan komprehensif, serta pengalaman berkendara yang nyaman dan dinamis yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga: Ayah, Ibu, maupun Anak dalam setiap perjalanan. Pendekatan inilah yang menjadikan MGS5 EV tampil menonjol sejak hari pertama peluncurannya.
Selain MGS5 EV, lini kendaraan listrik MG lainnya seperti MG4 EV di kategori hatchback, MG ZS EV di segmen SUV, serta roadster listrik ikonik MG Cyberster turut berkontribusi terhadap total perolehan SPK selama IIMS 2026.
Bagi konsumen yang tertarik pada MGS5 EV, MG menyediakan special launch package untuk MGS5 EV dengan harga mulai dari Rp333,9 juta (OTR Jakarta) untuk varian MGS5 EV Ignite dan Rp355,9 juta (OTR Jakarta) untuk varian MGS5 EV Magnify.
Untuk setiap pemesanan MGS5 EV, konsumen juga mendapatkan dukungan layanan purna jual yang komprehensif, meliputi:
● Garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 km
● Garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km
● Gratis servis selama 4 tahun
● Gratis portable charger
● Kaca film
● Gratis paket data i-SMART selama 3 tahun
Khusus untuk varian MGS5 EV Magnify, tersedia paket peningkatan yang meliputi:
● Jok berlapis kulit
● Pengaturan jok elektrik 6 arah untuk pengemudi dan penumpang depan
● Ventilasi jok depan
*Seluruh program mengikut syarat dan ketentuan berlaku
MG juga melanjutkan berbagai program spesial untuk lini kendaraan listriknya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan memperluas akses kepemilikan di Indonesia.
MG mengundang masyarakat untuk mengunjungi jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia, mengeksplorasi lini kendaraan listrik MG, serta merasakan langsung pengalaman berkendara MGS5 EV melalui sesi test drive yang tersedia. Informasi lebih lanjut juga tersedia melalui jaringan dealer resmi MG di seluruh Indonesia serta situs mgmotor.id. (Rls)
Bisnis
Danamon Umumkan Rencana Perubahan Susunan Pengurus
Bisniscorner.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN) pada hari ini mengumumkan rencana perubahan susunan pengurusnya, yang akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan pada 31 Maret 2026.
Daisuke Ejima, Direktur Utama Danamon; Honggo Widjojo Kangmasto, Wakil Direktur Utama Danamon; dan Nobuya Kawasaki, Komisaris Danamon akan mengakhiri masa tugasnya efektif pada penutupan RUPST yang akan berlangsung.
Kemudian, Nobuya Kawasaki akan dinominasikan untuk menjadi Direktur Utama Danamon agar mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Informasi lebih lanjut mengenai mata acara RUPST akan diumumkan bersamaan dengan Pemanggilan RUPST yang akan diterbitkan pada 9 Maret 2026. (Rls)
Bisnis
Mobil Listrik Polytron Salip Penjualan Merek Jepang dan Korea, Tunjukkan Daya Saing di Pasar Otomotif Indonesia
Bisniscorner.com – Sebagai pendatang baru di industri otomotif nasional, Polytron menunjukkan performa yang kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Melalui produk mobil listrik perdananya, Polytron berhasil mencatatkan penjualan yang mampu bersaing bahkan melampaui sejumlah merek otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.
Berdasarkan data penjualan wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 Polytron telah mendistribusikan sebanyak 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer. Sementara dari sisi penjualan retail (dealer ke konsumen), tercatat 353 unit kendaraan berhasil terjual.
Capaian ini menempatkan Polytron di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales, menunjukkan bahwa produk mobil listrik Polytron mulai mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari pasar domestik.
Memasuki tahun 2026, Polytron mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, dengan penjualan retail sebesar 12 unit. Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, mengungguli sejumlah merek global seperti DFSK, Citroen, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.
Sementara berdasarkan penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas Volvo, Changan, dan Audi.
Produksi Mobil Listrik Polytron
Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yaitu G3 dan G3+. Kedua varian tersebut dirakit di fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit kendaraan, sementara sepanjang tahun 2025 total produksi mencapai 531 unit
Spesifikasi dan Performa
Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang lapang dan performa yang kompetitif di kelasnya.
Dimensi kendaraan meliputi:
Panjang: 4.720 mm
Lebar: 1.908 mm
Tinggi: 1.696 mm
Wheelbase: 2.800 mm
Dengan ukuran tersebut, kendaraan menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter, dilengkapi dengan Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dari sisi performa, kedua varian memiliki spesifikasi utama sebagai berikut:
Jarak tempuh: hingga 402 km (CLTC)
Kecepatan maksimum: 150 km/jam
Akselerasi 0–100 km/jam: sekitar 9,6 detik
Baterai: Lithium Ferro Phosphate (LFP) 51.916 kWh
Tenaga: 150 kW
Torsi: 320 Nm
-
Hotel5 tahun agoHOTEL SANTIKA TERASKOTA BSD CITY
-
Gaya Hidup6 tahun agoLebih Dekat Mengenal Brand Clothing Line Erigo dan Thanksinsomnia
-
Bisnis5 tahun agoAplikasi “Jiwa+” Cara Gampang Pesan Kopi Janji Jiwa & Jiwa Toast
-
Hotel5 tahun agoPaket Intimate Wedding di Hotel Santika BSD City Dibandrol Rp 9.999.000
-
Hotel5 tahun agoHotel Santika BSD Teraskota Tawarkan Paket Pernikahan Mulai Rp 17 Jutaan
-
Breaking News5 tahun agoPebisnis Asal Tangsel Ikut Cerdaskan Anak Bangsa
-
Bisnis6 tahun agoBakmi Siantar LINA di Gading Serpong Sajikan Aneka Menu Mie
-
Breaking News5 tahun agoPolda Banten Gelar Pengukuhan dan Pelantikan Siswa Diktuk Bintara Polri TA.2020/2021
