Connect with us

Breaking News

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Jadi Tempat Curhat Pasien

Published

on

Bisniscorner.com – Ada 11 pasien dengan status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dikarantina di Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan, Ciater, Serpong, Tangsel.

Ketika dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tak jarang para pasien mengungkapkan perasaannya kepada para dokter dan perawat, saat dirinya ditetapkan berstatus orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan (ODP/PDP) COVID-19.

Kepala Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel Suhara Manullang saat ditemui di Rumah Lawan COVID-19, mengungkapkan pada awak media persoalan tersebut, Selasa (5/5/2020).

Kebanyakan dari belasan pasien itu, mereka kerap mengalami tekanan sosial saat dirinya berstatus suspect COVID-19. Mereka kerap merasa dikucilkan oleh lingkungannya. “Mereka merasa didiskriminasi, dikucilkan oleh lingkungannya. Ada yang ditolak masyarakat. Kan kasian mereka, apalagi kalo mereka masih anak-anak,” ungkap Suhara.

Sehingga mereka yang berstatus ODP atau PDP itu, tidak tenang jika harus mengkarantina diri di rumahnya sendiri.

Hal itu pun sangat disayangkan oleh Suhara, seharusnya perlakuan tersebut tak patut didapatkan para orang yang suspect COVID-19. Mengingat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini sangat diperlukan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong.

Terlebih, sudah terdapat Satuan Gugus Tugas yang dibentuk dari tingkat RT dan RW. Seharusnya pemantauan dapat dilakukan secara baik.

“Ketika misalnya ada orang tua yang positif, keluarganya itu bagaimana? Otomatis kan anaknya menjadi ODP. Nah, RT RW itu yang harus berperan penting. Memantau apakah anaknya itu dapat karantina mandiri atau tidak,” ungkap Suhara.

Jika menurut pemantauan, anaknya itu tak bisa melakukan karantina mandiri, RT RW bisa mendata dan membawa ke Rumah Lawan COVID-19 Tangsel.

“Di situlah Rumah Lawan COVID-19 hadir.  Jadi jangan sampai ada lagi diskriminasi itu. Apalagi nanti kalau pasien yang dikarantina di sini sudah sembuh, kan dapat surat pernyataan sembuh. Jadi dia (pasien sembuh) bisa dikatakan kalau dirinya baik-baik saja. Diskriminasi itu juga tak akan ada lagi. Tekanan sosial tak ada lagi,” tegas Suhara.

Hingga saat ini, tersisa 11, dari 23 orang suspect COVID-19 yang masih menjalani karantina di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel tersebut.

Masing masing dari mereka, lima diantaranya pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan enam lainnya adalah orang dalam pengawasan (ODP).

Sebelum pulang, mereka harus menjalani lebih dari 10 hari karantina. Kalau untuk ODP, mereka harus menjalani lebih dari sekali rapid test. Jika hasilnya negatif, mereka dinyatakan sehat, dan diperbolehkan untuk pulang.

“Tapi kalau yang di rapid test hasilnya positif, dia dimasukkan kategori PDP. Untuk PDP harus menjalani dua kali tes swab. Kalau dua-duanya negatif, mereka dinyatakan sehat,” tutup Suhara. (Ccp)

Breaking News

Kementerian PU Hadirkan mudik.pu.go.id, Masyarakat Bisa Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV

Published

on

Kementerian PU, Hadirkan mudik.pu.go.id, Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran 2026 yang dapat diakses masyarakat melalui laman mudik.pu.go.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara real time melalui 1.351 kamera CCTV yang tersebar di jaringan jalan tol dan jalan nasional non-tol di berbagai wilayah.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan platform ini disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi terkini mengenai kondisi jalan sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih baik.

“Melalui platform ini masyarakat dapat memantau kondisi jalan secara real time. Di dalamnya tersedia akses pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan,” kata Menteri Dody.

Pada platform tersebut tersedia akses pemantauan 1.351 titik CCTV yang terdiri dari 1.270 titik CCTV pada jaringan jalan tol, 41 titik CCTV pada jaringan jalan nasional non-tol, serta 40 titik CCTV dari Kementerian Perhubungan yang turut terintegrasi dalam sistem informasi mudik.

Selain pemantauan CCTV, platform ini juga menyediakan berbagai fitur informasi jalur mudik, antara lain peta jaringan jalan nasional, kondisi jalan dan jembatan, lokasi posko mudik, lokasi alat berat dan material, hingga titik rawan kemacetan, banjir, kecelakaan, dan longsor.

Dengan memanfaatkan platform tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik sebelum berangkat maupun selama perjalanan, sehingga dapat menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih rute alternatif apabila terjadi kepadatan maupun gangguan di jalur utama.

Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan di jalur mudik, Kementerian PU juga menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) di sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik. DRU terdiri dari alat berat, material, serta tim teknis yang dapat segera diterjunkan apabila terjadi gangguan akibat bencana seperti longsor, banjir, maupun kerusakan jalan yang berpotensi menghambat arus mudik.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan posko dan tim tanggap darurat di sejumlah lokasi strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Berdasarkan data Kementerian PU, panjang jalan nasional non tol mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50%, sementara jaringan jalan tol nasional telah mencapai sekitar 3.115 km yang turut mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Selain melalui platform mudik.pu.go.id, Kementerian PU juga menyediakan layanan call center mudik 24 jam yang dapat dihubungi masyarakat apabila membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan.

Menteri Dody menekankan bahwa di era digital saat ini, ketersediaan informasi yang cepat dan akurat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya pada masa mobilitas tinggi seperti mudik Lebaran.

“Di era sekarang, informasi yang cepat sering kali sama pentingnya dengan kesiapan infrastruktur itu sendiri. Karena itu kami menghadirkan platform informasi ini agar masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara langsung,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU berharap kehadiran platform ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman serta mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. (*)

Continue Reading

Breaking News

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP

Published

on

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU, Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP

Bisniscorner.com –  Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang sekitar 291,13 km serta 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis. Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU bersama BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi pada sejumlah ruas tol strategis agar dapat difungsionalkan secara terbatas selama periode mudik Lebaran.

”Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujar Menteri Dody.

Secara keseluruhan terdapat 10 ruas jalan tol konstruksi yang berpotensi difungsionalkan. Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 km yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

10 Ruas Tol Fungsional di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan

Di wilayah Sumatera, terdapat tiga ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar ±90,73 km.

Ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang ±24,67 km dengan progres ±94,25% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara itu ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres 90–91% juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang ±12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan.

Di Pulau Jawa, terdapat enam ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar ±148,03 km.

Ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang ±24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Selanjutnya ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres ±71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus). Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang ±52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus).

Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km (progres 93,30%) serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km (progres 89,93%) masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Sementara itu di Kalimantan terdapat Akses Tol IKN sepanjang ±52,37 km dengan progres bervariasi hingga 100% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, skema operasional ruas tol fungsional akan bersifat fleksibel dan situasional sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

”Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya. Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus),” jelasnya.

15 TIP Fungsional untuk Dukung Kenyamanan Pemudik

Selain ruas tol, Kementerian PU melalui BPJT bersama BUJT juga menyiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dalam tahap konstruksi yang diusulkan sebagai TIP fungsional untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik.

Sejumlah TIP telah siap digunakan dengan fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM.

Di antaranya, TIP Sigli–Banda Aceh pada KM 37+000 A/B dan TIP Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat pada KM 99+800 A/B yang telah siap 100%. TIP Palembang–Betung di KM 71+000 A/B dengan progres sekitar ±95% juga disiapkan dengan fasilitas serupa.

Selain itu tersedia TIP sementara di ruas Cipali KM 77B yang memanfaatkan eks Gerbang Tol Cikopo dengan fasilitas minimal berupa parkir, tempat ibadah, toilet, dan tenant UMKM terbatas.

Di wilayah Jawa Barat, TIP Cileunyi–Sumedang–Dawuan KM 203+000 A/B dengan progres ±34% turut disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang–Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B telah siap 100% dengan fasilitas yang lebih lengkap termasuk bengkel, pos kesehatan, ruang laktasi, serta ATM center.

Selanjutnya, TIP Solo–Yogyakarta–NYIA KM 19+000 A disiapkan dengan fasilitas sementara, serta TIP Pasuruan–Probolinggo KM 844 A/B dengan progres 30,96% yang dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo–Banyuwangi KM 888 A juga difungsikan dengan fasilitas dasar berupa area parkir, tempat ibadah, dan toilet.

Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini akan dilakukan secara situasional pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan serta hasil koordinasi lintas sektor. Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama. (*)

Continue Reading

Breaking News

Menteri Dody Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng

Published

on

Menteri Dody, Kementerian PU, Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng

Bisniscorner.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung perkembangan penanganan longsoran tebing di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Senin (9/3). Penanganan dilakukan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Dody pada Februari 2026 lalu, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden agar penanganan bencana dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, panjang badan jalan yang terdampak longsoran kini mencapai sekitar 175 meter. Longsoran sebelumnya sempat berkembang secara progresif hingga sekitar 4 meter per hari akibat adanya aliran air yang masuk ke rongga tanah di bawah permukaan.

Menteri Dody mengatakan pemerintah terus melakukan langkah-langkah teknis untuk menghentikan perkembangan longsoran dengan mengendalikan aliran air yang menjadi salah satu penyebab utama runtuhan.

“Sudah ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh teman-teman berdasarkan kajian teknis bersama tim pakar dari ITB dan Unsyiah. Tadi juga ada masukan dari Pak Bupati Bener Meriah yang kami minta tim untuk mengkaji lagi, salah satunya adalah kemungkinan pembangunan embung,” ujar Menteri Dody.

Menurutnya, indikasi awal meluasnya longsoran disebabkan oleh adanya resapan air yang terus mengalir ke dalam rongga tanah. Saat ini, Kementerian PU terus memprioritaskan stabilisasi kondisi di sekitar lokasi sebelum dilakukan penguatan permanen pada area tersebut.

“Awalnya ada resapan air di bawah yang membuat lubang melebar. Bahkan sebelumnya sempat berkembang sampai sekitar empat meter per hari. Sekarang kita lihat sudah jauh berkurang karena saluran yang menuju ke lubang sudah mulai kering,” jelasnya.

Seiring perkembangan longsoran, persimpangan menuju jalan detour pertama telah tergerus sehingga jalur tersebut tidak lagi dapat digunakan. Saat ini mobilitas masyarakat dialihkan melalui dua jalur alternatif lainnya, yaitu detour kedua sepanjang sekitar 2,2 km dan detour ketiga sepanjang sekitar 5,3 km yang telah dilakukan penanganan sementara berupa perapihan badan jalan dan perkerasan menggunakan material sirtu sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Untuk memperkuat kajian teknis, Kementerian PU juga melakukan berbagai pengambilan data lapangan, antara lain survei Lidar, pengeboran borelog di dua titik, survei geolistrik pada 5 lintasan, georadar, serta pengamatan visual guna memetakan kondisi geologi kawasan secara lebih detail.

Selain itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Satgas Percepatan Penanganan Bencana Alam Provinsi Aceh Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan relokasi saluran irigasi agar menjauh dari area longsoran sebagai upaya pengamanan kawasan.

Menteri Dody menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan longsoran tebing tersebut, sehingga Kementerian PU saat ini fokus terlebih dahulu pada upaya stabilisasi dan penguatan lereng.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi di sekitar longsoran benar-benar stabil dan aman. Kita tidak bisa memaksakan pekerjaan di titik lubang kalau masih ada potensi pergerakan. Karena itu fokus kita saat ini adalah mengurangi aliran air dan melakukan penguatan lereng terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penanganan permanen supaya longsoran tidak melebar lagi,” tegas Menteri Dody. (*)

Continue Reading

Berita Terbaru

Kementerian PU, Hadirkan mudik.pu.go.id, Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV Kementerian PU, Hadirkan mudik.pu.go.id, Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV
Breaking News10 jam ago

Kementerian PU Hadirkan mudik.pu.go.id, Masyarakat Bisa Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran 2026 yang dapat diakses masyarakat melalui laman mudik.pu.go.id....

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU, Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU, Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP
Breaking News1 hari ago

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP

Bisniscorner.com –  Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H), Kementerian Pekerjaan Umum (PU)...

Menteri Dody, Kementerian PU, Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng Menteri Dody, Kementerian PU, Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng
Breaking News2 hari ago

Menteri Dody Tinjau Penanganan Longsoran Tebing di Aceh Tengah, Fokus Perkuatan Lereng

Bisniscorner.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung perkembangan penanganan longsoran tebing di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol,...

Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody, Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan, kementerian pu Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody, Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan, kementerian pu
Breaking News3 hari ago

Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan

Bisniscorner.com  – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di Sumatera Utara dengan melakukan...

Kementerian PU, Siapkan Jalan Nasional, Diskon Tarif Tol 30% untuk Mudik Lebaran 2026 Kementerian PU, Siapkan Jalan Nasional, Diskon Tarif Tol 30% untuk Mudik Lebaran 2026
Breaking News4 hari ago

Kementerian PU Siapkan Jalan Nasional dan Diskon Tarif Tol 30% untuk Mudik Lebaran 2026

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol, guna mendukung kelancaran...

Kementerian PU dan BUJT, Terapkan Diskon Tarif Tol 30 Persen, 29 Ruas Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Kementerian PU dan BUJT, Terapkan Diskon Tarif Tol 30 Persen, 29 Ruas Selama Periode Mudik Lebaran 2026
Breaking News5 hari ago

Kementerian PU dan BUJT Terapkan Diskon Tarif Tol 30 Persen di 29 Ruas Selama Periode Mudik Lebaran 2026

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen...

Trending