Connect with us

Breaking News

Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata, Kementerian PUPR Siapkan Rest Area di Kawasan Puncak Bogor

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan pembangunan rest area untuk mendukung jalur pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Pembangunan rest area ini merupakan bagian dari program penataan kawasan Puncak bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yang diikuti dengan pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penataan kawasan puncak juga merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi.

Konstruksi rest area akan dimulai tahun 2020 dan selesai 2021 dengan memanfaatkan lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII yang berada di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Bogor. Rest area ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara seperti 3 lokasi area parkir dengan total luas 1,774 m2 untuk menampung sekitar 500 mobil, masjid seluas 576 m2, plaza pandang seluas 572,27 m2, meeting point, taman atau ruang terbuka hijau, dan amphitheater.

Untuk mengakomodir para pedagang kaki lima yang direlokasi dibangun 516 kios seluas 11 m2 yang terbagi menjadi 100 kios basah dan 416 kios kering. Selain itu juga dibangun kolam retensi seluas 2,041 m2, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), dan toilet modern dengan jumlah 28 unit toilet perempuan, 22 unit toilet pria, 19 unit urinoir, dan 26 unit wastafel untuk mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi. Total anggaran pembangunan rest area sebesar Rp 61,7 miliar.

Selain membangun rest area, dukungan penataan kawasan Bogor juga dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga berupa Pelebaran Jalur Puncak Bogor sepanjang 6 kilometer. Pengerjaannya terbagi menjadi 5 segmen mulai dari Gadong (Ciawi) hingga Cisarua (Puncak). Penanganan ruas jalan Puncak Bogor dilakukan secara bertahap sejak akhir 2018 dengan biaya sebesar Rp 73,1 miliar melalui skema tahun jamak APBN 2018-2019.

Penanganan ruas jalur Puncak Bogor juga dilakukan melalui pekerjaan preservasi jalan Ciawi – Benda – Batas Kota Cianjur yang telah mulai dikerjakan pada 2019 dengan biaya sebesar Rp 30,5 miliar. Ruang lingkup pekerjaan diantaranya pemeliharaan jalan rutin sepanjang 37,84 km, rekonstruksi jalan sepanjang 1,38 km, penanganan longsor sepanjang 80 meter, pembangunan drainase dan bangunan pelengkap sepanjang 1,6 km, pemeliharan rutin jembatan 295 meter, dan rehabilitasi jembatan (46 meter).

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Gadog sepanjang 52 meter di Kecamatan Ciawi. Jembatan tersebut telah berfungsi meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi beban lalu lintas jembatan lama yang tetap dipakai. Dengan adanya jembatan baru selebar 9 meter menambah lebar keseluruhan jembatan menjadi 16 meter, sehingga mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar pusat oleh-oleh sebelum tikungan jembatan dari arah Ciawi hingga sebelum Tanjakan Selarong.

Peningkatan kualitas layanan infrastruktur jalan dan jembatan pada jalur Ciawi-Puncak tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya yang kerap terjadi saat akhir pekan atau libur panjang. Sejumlah lokasi wisata di kawasan Puncak sudah mulai dibuka pada masa new normal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. (Rls)

Breaking News

Kepemimpinan Baru FORSA (Fans of Rhoma Irama and Soneta) Januardi Nylman Siap Antar Organisasi ke Munas III pada Desember 2026

Published

on

Bisniscorner.com – Dewan Pimpinan Pusat FORSA dengan penuh duka cita menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP FORSA, H. Kuswanto, telah wafat pada tanggal 08 Januari 2026. Innalillahi wa innaillaihi rojiun, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar FORSA, mengingat almarhum adalah sosok pemimpin yang luar biasa, penuh dedikasi, dan telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan organisasi.

Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, H. Rhoma Irama selaku tokoh sentral sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan DPP FORSA, melalui mekanisme Rapat Pleno DPP FORSA yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, menunjuk Saudara Januardi Nylman, S.H., M.H. sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum DPP FORSA Periode 2021–2026. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Bendahara Umum DPP FORSA dan juga dikenal sebagai Komandan Pusat Forsa Tanggap Bencana (FORGANA). Di luar kiprahnya di FORSA, Januardi Nylman adalah seorang pengacara dan politisi yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan profesional.

Kepengurusan DPP FORSA akan berakhir pada Desember 2026. Dalam masa kepemimpinannya sebagai PLT Ketua Umum, fokus utama Januardi Nylman adalah melanjutkan dua agenda tahunan rutin berskala nasional, yaitu FORSA IDOL dan KOPDARNAS serta mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) FORSA ke – III yang akan digelar pada Desember 2026.

Dalam pernyataannya, Januardi Nylman menyampaikan: “Innalillahi wa innaillaihi rojiun, sebuah amanah dan jabatan adalah titipan Allah dan tanggung jawab yang berat. Mohon doa dari seluruh anggota dan masyarakat agar saya dimudahkan dalam menyelesaikan tugas ini.” Beliau menambahkan: “Kami semua sangat kehilangan sosok Ketua Umum H. Kuswanto beberapa waktu lalu. Almarhum adalah pemimpin yang luar biasa, namun organisasi harus tetap berjalan. Saat ini saya harus melanjutkan amanah dan perjuangan beliau hingga mengantarkan FORSA ke Munas III pada Desember 2026. Bismillah, semoga dimudahkan.”

Dengan demikian, DPP FORSA menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program organisasi, menjaga soliditas, mengamalkan jatidiri FORSA 4B (Beriman, Bertaqwa Berakhlak, Berloyalitas), serta memperkuat peran FORSA sebagai wadah kebersamaan dan pengabdian bagi seluruh penggemar Rhoma Irama dan Soneta di Indonesia maupun mancanegara. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Menteri PU dan Menko AHY Tinjau SPAM Karang Baru, Perkuat Suplai Air Bersih untuk RSUD Aceh Tamiang

Published

on

Monitorbogor.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Menteri PU Dody Hanggodo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru, yang menjadi tulang punggung suplai air bersih bagi wilayah Karang Baru, Kuala Simpang, dan Rantau, termasuk untuk mendukung operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Kuala Simpang.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur air minum yang terdampak bencana, guna memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan serta kebutuhan air bersih untuk fasilitas layanan kesehatan dapat terpenuhi secara andal.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan  bahwa penanganan SPAM Karang Baru menjadi prioritas karena perannya yang vital, khususnya bagi RSUD Aceh Tamiang.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar, terlebih untuk rumah sakit. Karena itu, Kementerian PU memastikan suplai air tetap terjaga sambil menyiapkan pembangunan permanen agar ke depan sistem ini lebih bagus lagi,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU mempercepat penanganan SPAM Karang Baru melalui metode Design and Build, yang meliputi pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan reservoir baru untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem. Proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Sambil menunggu pembangunan selesai, Kementerian PU telah melakukan langkah-langkah penanganan sementara, antara lain perbaikan sarana penyediaan air minum eksisting yang dikelola oleh PDAM Tirta Tamiang serta optimalisasi pemanfaatan IPA mobile. Upaya ini dilakukan agar pasokan air bersih, khususnya ke RSUD Aceh Tamiang tetap terjaga.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa penanganan SPAM Karang Baru akan dilakukan secara menyeluruh dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan air.

“Kami akan membangun instalasi pengolahan air baru dengan kapasitas 100 liter per detik, reservoir baru berkapasitas 1.000 meter kubik, serta IPA baja yang akan kami adakan. Secara keseluruhan, target penyelesaian kami adalah Juli 2026,” ujar Dewi.

Dewi menambahkan, pembangunan reservoir 1.000 meter kubik telah dimulai dengan pelaksanaan pancang perdana. Selain itu, Kementerian PU juga akan menambahkan bangunan prasedimentasi untuk mengatasi tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi pascabencana.

“Tadi kita lihat airnya sangat keruh, jauh di atas ambang batas. Karena itu, kami tambahkan tangki prasedimentasi agar proses pengolahan lebih optimal dan tidak memerlukan bahan kimia berlebihan,” jelas Dewi.

Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian PU, kerusakan infrastruktur air minum akibat bencana di Provinsi Aceh tercatat pada 52 SPAM yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan total kapasitas terdampak mencapai 2.151 liter per detik. Penanganan dilakukan secara bertahap, terintegrasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pengelola SPAM setempat. (*)

Continue Reading

Breaking News

Pascabencana Sumatera, Menteri Dody dan Menko AHY Resmikan Hunian Pertama Kementerian PU di Aceh Tamiang

Published

on

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meresmikan pembangunan hunian pertama bagi 84 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026). Peresmian dilakukan bersama oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Hunian yang dibangun Kementerian PU ini menjadi solusi hunian layak dan aman bagi masyarakat selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan modular agar cepat dihuni, sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan, sanitasi, dan fasilitas dasar pendukung kehidupan warga.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari tahapan pemulihan yang dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami memastikan hunian  ini dapat segera ditenpati oleh masyarakat. Pekerjaan dilakukan bertahap, dimulai dari penyiapan lahan, pembangunan unit hunian, hingga penyediaan sarana pendukung seperti sanitasi dan akses air bersih. Target kami adalah memastikan warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan layak,” ujar Menteri Dody.

Huntara yang diresmikan berada di Gampong Bundar, Kecamatan Karang Baru, tepatnya di belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang. Hunian berdiri di atas lahan seluas 5.427 m² dengan total luas bangunan 2.052 m², terdiri dari 7 blok hunian dan mushola. Pembangunan huntara berada di bawah tanggung jawab Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU dengan pelaksana PT Wijaya Karya.

Struktur bangunan modular sebanyak 114 modul yang dibangun menjadi 84 unit atau menampung sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air. Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek, serta pasokan listrik dari PLN.

Menteri Dody menambahkan secara total saat ini Kementerian PU mendapat amanah menbangun 1.200 unit huntara sebagai upaya pemulihan bencana Sumatera. Untuk Aceh Tamiang telah selesai 84 unit dan tengah diselesaikan Huntara 2 sebanyak 156 unit.

Huntara 2 dibangun di lokasi tidak jauh dari huntara 1 di atas lahan seluas 13.248 meter persegi dengan total luas bangunan 3.780 meter persegi. Huntara 2 berupa 210 modul yang dipasang untuk 3 blok hunian dan satu mushola yang diperuntukkan bagi 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa, dengan dukungan 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi untuk menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Menko AHY menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas kerja cepat dan terukur dalam menghadirkan hunian sementara bagi warga terdampak. Menurutnya, kehadiran Huntara bukan hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi pelecut semangat untuk mempercepat pemulihan wilayah dan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Upaya yang dilakukan Kementerian PU patut diapresiasi karena mampu menghadirkan solusi nyata di lapangan dalam waktu relatif singkat. Ini menjadi pemicu penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat terus berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar Menko AHY.

Kehadiran hunian ini disambut rasa syukur oleh warga. Nur Syamsiah, salah satu penerima, mengaku kondisi hidup keluarganya jauh lebih baik dibandingkan saat harus tinggal di tenda pengungsian.

“Sebelumnya saya tinggal di tenda, saya sering batuk karena dingin dan lembab kalau malam, siangnya debu. Sekarang alhamdulillah sudah punya tempat tinggal yang lebih layak,” kata Nur Syamsiah.

Dengan diresmikannya Huntara untuk 84 KK ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera meninggalkan tempat pengungsian darurat dan menjalani masa pemulihan dengan kondisi hunian yang lebih manusiawi, aman, dan bermartabat.

Kementerian PU dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus mengawal penanganan pascabencana hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan infrastruktur dasar lainnya, dengan berkoordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. (*)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News2 jam ago

Kepemimpinan Baru FORSA (Fans of Rhoma Irama and Soneta) Januardi Nylman Siap Antar Organisasi ke Munas III pada Desember 2026

Bisniscorner.com – Dewan Pimpinan Pusat FORSA dengan penuh duka cita menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP FORSA, H. Kuswanto, telah wafat...

Breaking News20 jam ago

Menteri PU dan Menko AHY Tinjau SPAM Karang Baru, Perkuat Suplai Air Bersih untuk RSUD Aceh Tamiang

Monitorbogor.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Menteri PU Dody...

Breaking News2 hari ago

Pascabencana Sumatera, Menteri Dody dan Menko AHY Resmikan Hunian Pertama Kementerian PU di Aceh Tamiang

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meresmikan pembangunan hunian pertama bagi 84 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana di Kabupaten Aceh...

Breaking News3 hari ago

Menteri Dody Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan

Bisniscorner.com — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi...

Breaking News4 hari ago

KAI Services Gelar Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi untuk Seluruh Pekerja

Bisniscorner.com – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pekerja terhadap pentingnya pelindungan data pribadi, KAI Services menggelar sosialisasi  pentingnya pelindungan data pribadi...

Breaking News4 hari ago

Kokurikuler SDIT Yapidh Dorong Literasi Lewat Program Jurnalis Cilik Berkarya

Bisniscorner.com – SDIT Yapidh (Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah) menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bertajuk “Jurnalis Cilik Berkarya” pada Senin, 19 Januari...

Trending