Connect with us

Breaking News

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Pembiayaan Infrastruktur Non APBN Melalui KPBU

Published

on

Bisniscorner.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Namun tidak semua infrastruktur yang dibangun menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD). Keterlibatan swasta terus didorong melalui berbagai model pembiayaan salah satunya lewat Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, sepanjang tahun 2020 Kementerian PUPR berupaya untuk mempercepat pelaksanaan KPBU dengan melaksanakan penyiapan untuk 18 proyek yang diprakarsai Pemerintah (solicited) dengan total investasi Rp129,82 triliun dan 10 proyek yang diprakarsai badan usaha (unsolicited) dengan total investasi Rp146,69 triliun.

“Pada tahun 2020 sebanyak 2 proyek KPBU dengan total investasi Rp27,55 triliun telah mencapai tahap penandatanganan perjanjian kerjasama yakni proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo dan proyek Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan,” kata Heri dalam konferensi video pada Senin (9/11/2020).

Selanjutnya ditambahkan Heri, sebanyak 7 Proyek KPBU senilai Rp98,22 triliun sedang dalam tahap pengadaan badan usaha pelaksana, dengan rincian dua (2) proyek KPBU solicited yaitu Jalan Tol Yogyakarta – Bawen dan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau. Sementara lima  (5) proyek KPBU unsolicited yakni Jembatan Balikpapan – Penajam Paser Utara, Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap,  Sistem Transaksi Nir Sentuh/Multi Lane Free Flow, SPAM Regional Jatiluhur I, serta SPAM Regional Karian Serpong.

Dalam mempercepat pelaksanaan KPBU di Kementerian PUPR, Heri menyatakan telah melakukan berbagai upaya antara lain melalui penyederhanaan prosedur tahapan KPBU, dukungan investasi sektor jalan tol, percepatan konstruksi dan lelang, percepatan Jalan Tol Trans Sumatera, peningkatan investasi sektor perumahan serta percepatan proyek SPAM Regional.

Khusus dalam penyederhanaan prosedur tahapan, Heri mengungkapkan Pemerintah telah melakukan regulasi serta deregulasi kebijakan pembiayaan infrastruktur terkait Limited Concession Scheme melalui Peraturan Presiden Nomor 32 tahun 2020 tentang Pembiayaan Infrastruktur Melalui Hak Pengelolaan Terbatas dan PP Nomor 82 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.  “Melalui Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja secara tidak langsung juga diharapkan mendukung kemudahan untuk investasi pemerintah dan kemudahan Proyek Strategis Nasional,”ujarnya.

Semua upaya tersebut menurut Heri dilakukan sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan non-APBN sebesar 70 persen atau Rp 1.435 triliun. Sebab berdasarkan proyeksi kemampuan APBN 2020 – 2024, diperkirakan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp 2.058 triliun.

Melalui skema KPBU, Badan Usaha terikat hubungan kerjasama dengan Pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang mengacu spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Dimana penyelenggaraannya menggunakan sebagian atau seluruh sumber daya Badan Usaha dengan memperhatikan risiko diantara kedua belah pihak.

Turut hadir dalam video conference tersebut Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman R. Haryo Bekti Martoyoedo, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Reni Ahiantini, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Rls)

Breaking News

The Botanica Sanctuary Mempersembahkan Itameshi 2.0: Semarak Kuliner dalam Kolaborasi dengan Chef Matteo Meacci

Published

on

Bisniscorner.com – The Botanica Sanctuary dengan bangga mengumumkan acara kuliner yang sangat dinanti-nantikan, Itameshi 2.0, dalam kolaborasi dengan Chef terkemuka Matteo Meacci. Kitchen Takeover eksklusif ini dijadwalkan akan menggoda lidah dari tanggal 14 hingga 22 Juni 2024, di GYU Steak House, mempersembahkan inovasi menu Italian Fusion yang disusun secara apik oleh Chef Matteo Meacci.

Siapkan diri Anda untuk memulai perjalanan gastronomi seperti tak ada yang lain saat The Botanica Sanctuary dengan bangga mempersembahkan Itameshi 2.0, sebuah pengalaman kuliner yang menggabungkan cita rasa kaya masakan Italia dengan konsep modern yang inovatif. Kolaborasi unik dengan Chef Matteo Meacci yang menjanjikan simfoni sensasi rasa yang akan membuat para tamu menginginkan lebih banyak lagi.

Dari tanggal 14 hingga 22 Juni 2024, GYU Steak House akan berubah menjadi surga kuliner, menawarkan para pelanggan sebuah menu eksklusif yang disusun oleh Chef Matteo Meacci, seorang Executive Chef dan Co-Owner yang terkenal dari Ciccia Ristorante Surabaya dan Bowie Restaurant & Bar Surabaya. Dengan kepiawaiannya dalam bidang kuliner yang luar biasa dan pengalaman luasnya, termasuk sebagai Chef Tamu di Hell’s Kitchen Indonesia pada Maret 2015, Chef Matteo membawa banyak kreativitas dan keahlian ke meja makan.

Nikmati masterpiece kuliner yang menampilkan beragam hidangan menggoda, yang diramu secara teliti untuk memanjakan indera. Dari Antipasti hingga Dessert, setiap hidangan menjanjikan sensasi rasa yang menggoda dan mengajak para penikmatnya berkelana melalui perjalanan kuliner di Italia. Beberapa menu terbaik yang disajikan antara lain Carpaccio di Manzo con Salsa al Tartufo, Baked Brie Cheese, Tagliolini Neri al Granchio, Zuppa di Funghi e Tartufo, Risotto ai Funghi, Tartufo & Foie Grass, Controfiletto di Wagyu, Kalio Iga dan Ciccia Tiramisu.

“Kami sangat senang untuk bermitra dengan Chef Matteo Meacci untuk Itameshi 2.0 yang menyajikan pengalaman kuliner luar biasa.  Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk menawarkan pengalaman makan yang unik dan tak terlupakan kepada para tamu kami, mempersembahkan yang terbaik dari masakan Italia dengan sentuhan modern.” Ungkap Handy Bunardy – General Manager The Botanica Sanctuary.

Chef Matteo menyampaikan antusiasnya dalam kolaborasi ini.”Saya sangat bersemangat untuk menghadirkan Itameshi 2.0 bersama The Botanica Sanctuary. Acara ini adalah salah satu bentuk inovasi dan kreativitas kuliner, di mana kami memadukan cita rasa tradisional Italia dengan teknik kontemporer untuk menciptakan pengalaman makan yang benar-benar tak terlupakan,” pungkasnya. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Kementerian PUPR Rampungkan Perbaikan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala di Palu Sulawesi Tengah

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi dan peningkatan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala) untuk mengembalikan fungsi air penyediaan air baku dari Intake Saluki dengan kapasitas 600 liter/detik yang rusak akibat bencana gempa bumi dan likufikasi pada 2018 silam di Palu Sulawesi Tengah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ketersediaan air bersih diyakini mampu meningkatkan kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. “Jadi ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik merupakan basic untuk kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Basuki.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, rekonstruksi Sistem Jaringan Air Baku Pasigala yang kini berganti nama menjadi Uveta sudah selesai dan mulai tersambung ke rumah-rumah warga.

“Dari target sekitar 4000 Sambungan Rumah (SR), saat ini baru tersambung setengahnya sekitar 2000 SR. Ini yang harus kita kejar berikutnya untuk ditingkatkan, selain juga terus meningkatkan kualitas airnya,” kata Arie.

Selain terus meningkatkan kualitas dan kuantitas, Arie juga mengatakan pentingnya keberlanjutan pengelolaan sistem air baku yang sudah dibangun. “Untuk itu akan terus dikoordinasikan pengelolaannya nanti, apakah diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Daerah atau dibantu oleh pihak badan usaha,” ujarnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana mengatakan, rekonstruksi dan peningkatan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala/Uveta yang dilakukan oleh BWS berupa intake (bangunan pengambil air) Saluki yang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. “Saat ini progres konstruksinya sudah rampung 100% selesai,” ujarnya.

Lingkup pekerjaan paket I mencakup Rehabilitasi Bendung dan kantong lumpur, pekerjaan pipa diameter 700 mm sepanjang 4.100 meter, pemasangan pipa transmisi diameter 800 mm sepanjang 12.218 meter, pemasangan pipa diameter 710 mm sepanjang 2.500 meter, reservoar dan pekerjaan landscape. Pekerjaannya dilaksanakan kontraktor PT. Wijaya Karya – PT. Minarta Dutahutama, KSO.

Sementara untuk paket II lingkup pekerjaannya mencakup pekerjaan pipa diameter 700 mm sepanjang 15.760 meter, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi 800 mm sepanjang 6.859 meter, pengadaan dan pemasangan pipa 710 mm sepanjang 3.298 meter, pekerjaan Intake pada rumah pompa, pekerjaan SCADA Online Leak Detection Management System, pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Pipa 3 Layer, dan pekerjaan SCADA Sistem Daerah Irigasi Gumbasa. Pekerjaannya dilaksanakan kontraktor PT. Adhi Karya (Persero)- PT.Nindya Karya (Persero)- PT.Basuki Rahmanta Putra, KSO.

Selain rekonstruksi sistem jaringan air baku Pasigala/Uveta, Dedi mengatakan, saat ini Kementerian PUPR melalui BWS Sulawesi III Ditjen Sumber Daya Air juga menyelesaikan peningkatan sistem air baku untuk pemenuhan kebutuhan air di Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang direlokasi dari lokasi likuifaksi.

“Salah satunya yang saat ini penyelesaian adalah intake Poboya yang berguna sebagai supply kebutuhan air baku di Huntap Tondo dan sekitarnya. Saat ini progresnya sudah 95% dan akan segera rampung,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pembangunan sistem air baku Poboya melingkupi pembangunan Sabodam dan Intake Poboya, pemasangan Pipa Transmisi diameter 250 mm, pekerjaan jembatan pipa, pekerjaan Hydrotest, pengadaan alat laboratorium, dan monitoring kebocoran. Intake Poboya ini dibangun berkapasitas 66 lliter/detik yang dilaksanakan kontraktor PT. Minarta Dutahutama. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Dukung Budidaya Perikanan Terpadu, Regal Springs Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Jalin Kerjasama

Published

on

Bisniscorner.com –  Untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan terpadu, Regal Springs Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian (FPIK) Bogor (IPB) berkolaborasi untuk kemitraan strategis. Komitmen ini diwujudkan kedua belah pihak dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama Induk (Master Cooperation Agreement) di IPB pada Rabu (12/06).

Penandatanganan ini diwakili oleh Director Regal Springs Indonesia Tri Dharma Saputra dengan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Intitut Pertanian Bogor Prof. Dr. Fredinan Yulianda MSc.

Tri Dharma pada sambutannya mengatakan bahwa IPB University adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Regal Springs Indonesia, yaitu memajukan sektor dan industri perikanan terpadu yang berkelanjutan, salah satunya mendukung Gerakan Pangan Biru (“Blue Food Movement”).

“Perjanjian kerjasama induk ini menjadi salah satu landasan dan langkah strategis yang manfaatnya kami harapkan tidak hanya untuk perusahaan dan pihak akademisi. Namun, hasil dari kolaborasi ini bisa menjadi acuan untuk masyarakat luas, khususnya masyarakat akuakultur,” jelas Tri Dharma.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Intitut Pertanian Bogor Prof. Dr. Fredinan Yulianda MSc pada sambutannya mengatakan “Regal Springs Indonesia saat ini menjadi produsen dan pembudidaya ikan Tilapia yang terintegrasi dan yang terbaik. Ini merupakan kolaborasi strategis di antara kedua belah pihak dan hari ini kita wujudkan komitmen tersebut,” ujar Ferdinan.

Ferdinan menambahkan bahwa saat ini, FPIK IPB juga berfokus pada transformasi Blue Food atau Blue Food Movement.  Konsep dari Blue Food Movement memiliki peran penting dalam pencegahan stunting dan malnutrisi. IPB University juga berkomitmen untuk berperan dalam mewujudkan Blue Food Movement dan ketahanan pangan di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, Perjanjian Kerjasama Induk ini mencakup aspek-aspek utama, antara lain :

  1. Sumber daya perikanan dan akuakultur terpadu yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
  2. Sumber daya manusia di bidang perikanan, termasuk namun tidak terbatas pada pendidikan terhadap sumber daya manusia atau pengembangan terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam berbagai aspek perikanan dan akuakultur
  3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyelenggaraan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat
  4. Bekerja sama dalam kegiatan pengembangan perikanan terpadu, sumber daya manusia, pengetahuan dan teknologi, dan kegiatan terpadu lainnya yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

Kegiatan magang mahasiswa juga sangat terbuka untuk dilakukan, sehingga mahasiswa FPIK IPB dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya di dunia industri. (Rls)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News16 jam ago

The Botanica Sanctuary Mempersembahkan Itameshi 2.0: Semarak Kuliner dalam Kolaborasi dengan Chef Matteo Meacci

Bisniscorner.com – The Botanica Sanctuary dengan bangga mengumumkan acara kuliner yang sangat dinanti-nantikan, Itameshi 2.0, dalam kolaborasi dengan Chef terkemuka...

Breaking News1 hari ago

Kementerian PUPR Rampungkan Perbaikan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala di Palu Sulawesi Tengah

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi dan peningkatan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala (Palu,...

Breaking News2 hari ago

Dukung Budidaya Perikanan Terpadu, Regal Springs Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Jalin Kerjasama

Bisniscorner.com –  Untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan terpadu, Regal Springs Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu...

Breaking News2 hari ago

Alumni SMAN 16 Jakarta Merayakan Momen Kocak Saat Reuni Perak

Bisniscorner.com – Banyak yang bilang, waktu SMA adalah masa-masa indah tidak terlupakan. Masa linglung remaja yang bikin bingung, masa jatuh...

Breaking News2 hari ago

Pertemuan Bilateral dengan Uzbekistan, Menteri Basuki Sampaikan Peluang Kerja Sama Bidang Sumber Daya Air

Bisniscorner.com – Dalam kunjungan kerjanya ke Tajikistan dan Uzbekistan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan...

Breaking News3 hari ago

Plenary Session 3rd High-Level International Conference di Tajikistan, Menteri Basuki Ajak Kolaborasi Transformatif untuk Ketahanan Air Global

Bisniscorner.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  didampingi Duta Besar RI untuk Republik Tajikistan dan Kazakhstan...

Trending