Connect with us

Breaking News

Kementerian PUPR Dorong Percepatan Pembangunan 1.005 Unit Huntap Tahap 1B di Sulteng

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR melalui  Direktorat Jenderal Perumahan tengah melanjutkan pembangunan hunian tetap (Huntap) tahap 1B sebanyak 1.005 unit di tiga Kabupaten/Kota yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa, rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali Kota Palu yang tangguh terhadap bencana. “Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama, terhadap bencana” kata Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, pembangunan huntap menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami Di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak Lainnya.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana  Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, mengingat telah 2 tahun lebih warga terdampak bencana menempati huntara, dan berharap dapat segera menempati permukiman yang layak huni,” untuk itu pelaksanaan pembangunannya harus dipercepat terutama di Kawasan Duyu, Pombewe, dan Tondo,” katanya pada Rapat Koordinasi Teknis III Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sulawesi Tengah TA 2021, di Palu, Senin (19/4/2021)

Menurut Arie, selain hunian  yang memenuhi standar, infrastruktur penunjang lainnya juga harus fungsional seperti penerangan jalan dan listrik, drainase, dan jalan lingkungan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT), pengolahan persampahan, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Sementara Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II Kementerian PUPR Suko Wiyono mengatakan, untuk tahap 1B sebanyak 1.005 unit dengan anggaran sebesar  Rp 110,07 miliar di tiga Kabupaten/Kota yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Pembangunannya dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya selaku kontaktor pelaksana. “Saat ini progresnya sudah mencapai 42 %,” terang Suko.

Pembangunan Huntap Tahap 1B tersebar di sembilan (9) lokasi yakni di Salua sebanyak 63 unit, Lambara 66 unit, Pombewe 205 unit, Lompio 300 unit, Ganti 94 unit, Tanjung Padang 116 unit, Wani Lumbupetigo 54 unit, Balaroa 58 unit, dan lokasi mandiri Palu 49 unit.

Menurut Suko, sebelumnya Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan pembangunan Huntap tahap 1A sebanyak 630 unit di Duyu, Kota Palu dan Pombewe, Kabupaten Sigi,” tahap 1A telah selesai seluruhnya yakni Kelurahan Duyu, Kota Palu sebanyak 230 unit dan Desa Pombewe, Kabupaten Sigi sebanyak 400 unit melalui bantuan loan dari National Slum Upgrading Program – Contingency Emergency Response Component (NSUP-CERC) sebesar Rp 44,5 miliar, ” tuturnya.

Ismiani salah seorang warga yang sudah lebih dari dua pekan tinggal di Hunian Tetap Kelurahan Duyu, Kota Palu bersyukur dapat menerima fasilitas ini.

“Terima kasih untuk pemerintah. Tinggal di Huntap Duyu nyaman dan aman. Air bersihnya juga sudah lancar. Sebelumnya saya tinggal di tenda pengungsian beralaskan tikar karena  rumah hancur akibat gempa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ika, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah yang telah menyediakan hunian bagi korban bencana Gempa Sulawesi Tengah September 2018. “Alhamdulillah, air bersih dan listrik telah tersedia, bahkan kami sudah bisa berjualan di sini,” tandasnya. (Rls)

Breaking News

Meniru Produk Tisu NICE, PT The Univenus Peringatkan Produsen Tisu MICE

Published

on

Bisniscorner.com – PT The Univenus mengecam sikap dan tindakan yang dilakukan oleh PT Azkia Diva Nusantara selaku produsen Tisu MICE yang dinilai tidak mempunyai niat dan itikad baik dalam menindaklanjuti pernyataan permintaan maaf yang telah dibuat sebelumnya. Diketahui bahwa produk Tisu MICE memiliki kemiripan dengan merek dan kemasan Tisu NICE yang  telah sejak lama diproduksi dan dipasarkan oleh  PT The Univenus. Hal ini disampaikan oleh Surya K. Susanto, S.H., M.H., Kuasa Hukum PT The Univenus.

Dalam pernyataannya, Surya menjelaskan bahwa PT The Univenus telah melayangkan somasi  pada tanggal 13 Desember 2023 lalu, dengan tujuan untuk memberikan peringatan sekaligus menyelesaikan masalah ini, dan terhadap somasi ini pihak produsen Tisu MICE PT Azkia Diva Nusantara melalui kuasa hukumnya, Rajawali Kusuma Law Firm, telah mengakui kesalahannya dan bersedia menarik semua produk Tisu MICE dari pasaran dan akan melakukan pembatalan pendaftaran merek MICE di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Namun pada kenyataannya, sampai sekarang PT Azkia Diva Nusantara masih terus memproduksi dan memasarkan produk Tisu MICE. Bahkan di banyak seller, produk tisu MICE sudah dianggap sama dengan produk Tisu NICE.

Dengan demikian,  PT Azkia Diva Nusantara tidak mempunyai  niat dan etikat baik serta kesungguhan  untuk mematuhi apa yang telah dijanjikan dalam surat permintaan maafnya.

“Kami menghargai pengakuan kesalahan yang disampaikan oleh PT Azkia Diva Nusantara. Namun, pengakuan saja tidak cukup. Kami membutuhkan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini demi melindungi hak kekayaan intelektual klien kami dan mencegah kerugian lebih lanjut,” tegas Surya.

Surya menekankan bahwa PT The Univenus saat ini telah mengajukan upaya hukum baik dari Laporan Polisi maupun Gugatan di Pengadilan dan tidak menutup kemungkinan akan mengajukan Gugatan Ganti Kerugian atas kerugian yang dialami oleh PT The Univenus dan kerugian dari konsumen terhadap produk tiruan dari Nice.

“Untuk saat ini kami tidak akan membuka pintu dialog maupun perdamaian dengan pihak PT Azkia Diva Nusantara dan akan melakukan semua upaya hukum untuk menghentikan plagiasi merek Nice yang  mengelabui para konsumen,” pungkas Surya. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Kementerian PUPR Apresiasi Peran Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Program Penurunan Angka Stunting

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam program penurunan angka stunting (gangguan petumbuhan pada anak) lewat penyediaan akses air bersih dan sanitasi, mengajak perguruan tinggi ikut berperan dalam program tersebut.

“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon ini yang akan melaksanakan kuliah kerja mahasiswa  (KKM) ke lapangan, kita dorong untuk dapat menjadi agen pendamping program pengentasan stunting,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pada pembekalan KKM di Universitas Muhammadiyah Cirebon mewakili Menteri PUPR, Sabtu (13/7/2024).

Sekjen Zainal Fatah menyampaikan apresiasinya terhadap tema KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon tahun 2024 yang salah satunya mengangkat isu tentang  penanganan stunting dan kecakapan SDM perempuan dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

“Dalam mewujudkan penurunan stunting kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak sesuai tugas dan peran masing-masing. Khusus Kementerian PUPR mendukung akses air bersih dan sanitasi melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS). Program ini bersifat inklusif dengan keterlibatan seluruh masyarakat termasuk perempuan dan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” kata Zainal Fatah.

Dikatakan Sekjen Zainal Fatah, selain program perbaikan gizi, pada dasarnya yang harus diperbaiki adalah ketahanan pangan masyarakat secara mandiri. “Selanjutnya adalah infrastrukturnya, tidak mungkin punya makanan yang sehat kalau airnya tidak sehat. Demikian juga dengan sanitasi yang baik diperlukan air yang bersih,” ujarnya.

Tercatat, pada periode 2018-2023, PAMSIMAS telah dilaksanakan di 19.126 Lokasi dengan anggaran Rp 4,78 triliun. Untuk SANIMAS, pada periode 2018-2023, telah dilaksanakan di 5.989 lokasi yang sebagian besar merupakan kabupaten/kota prioritas penanganan stunting dengan biaya Rp2,2 triliun, dengan jumlah balita stunting penerima manfaat sebanyak 18.747 jiwa.

Hingga tahun 2023, capaian akses sanitasi layak sebesar 82% dan air minum sebesar 92% dari target 100% pada tahun 2024. Sementara layanan air minum perpipaan pada akhir 2024 diperkirakan mencapai 20% dari target 30%, sehingga masih terdapat gap 10%.

Selain lewat program PAMSIMAS dan SANIMAS, Sekjen Zainal Fatah mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan dan ketahanan air, Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada periode 2015-2024 juga menargetkan pembangunan 61 bendungan yang akan menambah volume air sebesar 3,82 milyar m³.

“Hingga saat ini, telah selesai 43 bendungan termasuk bendungan Cipanas yang baru saja diresmikan oleh Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sementara sisanya 18 bendungan lainnya masih dalam tahap konstruksi. Dari 18 bendungan tersebut 15 diantaranya ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2024,” kata Sekjen Zainal Fatah.

Rektor Universitas Muhammadiah Cirebon Arif Nurudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen Zainal Fatah mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pembekalan KKM tersebut. “Ini merupakan KKM berkelanjutan, ada beberapa desa yang sudah kami tangani. Dengan dana kampus dan dana Lazis Muhammadiyah, kami ikut berkontribusi dalam membantu pemerintah mengatasi stunting,” ujarnya. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Tingkatkan SDM Bidang Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Bertransformasi Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum

Published

on

Bisniscorner.com – Dalam mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap bekerja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi upaya transformasi yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sapta Taruna yang dikelola Yayasan Pendidikan Putra menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum. Izin penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  tertanggal 25 Juni 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku Pembina Yayasan Pendidikan Putra terus mendorong Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum agar menjadi lembaga pendidikan yang kredibel dalam mendukung penyediaan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten di Indonesia.

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Arie Setiadi Moerwanto mengatakan penggantian nama STT Sapta Taruna menjadi STT PU bertujuan untuk meningkatkan minat belajar masyarakat terhadap Pendidikan teknik ke-PU-an. Penamaan Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum dinilai akan lebih mudah melekat kepada masyarakat.

“Kita membuka selebar-lebarnya akses ini untuk masyarakat umum. Tanpa mengurangi semangat Sapta Taruna, survei masih banyak masyarakat yang kurang mengenal Sapta Taruna, sehingga kami putuskan berganti Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum,” kata Arie Setiadi usai penyerahan Surat Keputusan Mendikbudristek yang dilaksanakan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Menurut Arie, dengan penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum tidak akan mengubah program pendidikan yang lama yakni tetap fokus pada 3 program studi yakni; Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Teknik Informatika. Arie mengatakan porsi pendidikannya lebih banyak di lapangan, dengan alat yang sama dengan yang digunakan di bidang konstruksi.

“Kurikulumnya yang di kelas hanya 6 semester, sisanya langsung terjun di lapangan, magang dan bekerja di semua lini yang terkait Kementerian PUPR. Kita akan lebih fokuskan pada yang dibutuhkan Kementerian PUPR, misalnya Teknik Informatika fokus pada Hidro Informatik di Bidang Sumber Daya Air, sehingga pengendalian banjir lebih efektif, termasuk pengendalian kekeringan lebih efektif,” kata Arie Setiadi.

Arie mengatakan bahwa ke depan pembangunan infrastruktur masih terus menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mengejar daya saing infrastruktur di kancah global, di samping itu juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terus dilaksanakan oleh pemerintah, termasuk melalui Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum.

“Kita bisa membantu Kementerian PUPR untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil dalam mendukung pembangunan infrastruktur untuk bangsa. Kami bekerja sama dengan Kementerian PUPR, termasuk mitra-mitra Kementerian PUPR. Saya berharap alat-alat termasuk laboratorium dan alat-alat praktik sama dengan yang dipakai pegawai Kementerian PUPR untuk bekerja di lapangan,” kata Arie. (Rls)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News56 menit ago

Meniru Produk Tisu NICE, PT The Univenus Peringatkan Produsen Tisu MICE

Bisniscorner.com – PT The Univenus mengecam sikap dan tindakan yang dilakukan oleh PT Azkia Diva Nusantara selaku produsen Tisu MICE...

Breaking News1 hari ago

Kementerian PUPR Apresiasi Peran Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Program Penurunan Angka Stunting

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam program penurunan angka stunting...

Breaking News2 hari ago

Tingkatkan SDM Bidang Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Bertransformasi Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum

Bisniscorner.com – Dalam mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap...

Breaking News3 hari ago

Kementerian PUPR Pastikan Infrastruktur IKN Siap Dukung Upacara HUT ke-79 RI

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses kesiapan infrastruktur jelang pelaksanaan Upacara Bendera HUT ke-79...

Breaking News4 hari ago

Kementerian PUPR Terima Apresiasi Kolaborasi Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2024

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima apresiasi penyelenggaraan dukungan infrastruktur dan transportasi pada arus mudik dan...

Breaking News5 hari ago

Pembangunan Direct Toll Access KM 25 Tangerang Resmi diMulai

Bisniscorner.com – Infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dapat...

Trending