Connect with us

Breaking News

10 Hal Tentang Rejuran Healer, Vaksin Awet Muda dari DNA Salmon yang Jadi Tren di Korea

Published

on

Bisniscorner.com –  Beberapa saat yang lalu, banyak orang heboh ketika Krisdayanti dikabarkan melakukan perawatan suntik DNA salmon seharga Rp1 Miliar. Benarkah treatment ini berasal dari sperma ikan salmon? Apa memang harganya sangat mahal? Benarkah DNA salmon efektif untuk anti aging?

Berikut penjelasan Dr. dr. Yulia Siskawati, Sp.KK dari ZAP Premiere yang dapat membantumu keputusanmu untuk mencoba tren kecantikan terbaru dari Korea ini.

1. DNA salmon identik dengan DNA manusia

Salah satu hal yang membuat DNA ikan salmon dikembangkan sebagai perawatan kecantikan termutakhir adalah karena kemiripannya dengan DNA manusia. Perawatan yang lebih tepat disebut dengan Rejuran Healer ini menggunakan ekstrak DNA yang diambil dari sel benih ikan salmon.

Terdapat proses pemurnian ketat yang dilalui untuk menghilangkan antigen, protein, dan kandungan lain sehingga polynucleotides (PN) bisa didapatkan.

“Kandungan polynucleotides secara alami terbentuk pada jaringan baru yang berperan sebagai pelindung dan penyembuh atas kerusakan yang dialami kulit. Sebelumnya, molekul ini telah dikembangkan untuk mengatasi masalah pigmentasi, kerontokan rambut hingga pencangkokan kulit. Dapat dikatakan kalau polynucleotides ini adalah aktivator penyembuhan kulit yang ampuh,” kata dr. Yulia.

2. Dikembangkan di Korea Selatan, populer hingga Singapura

Rejuran Healer dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Korea Selatan dan telah mengantongi izin BPOM setempat. Treatment ini teruji sangat aman karena tidak memicu respon imun. Menjadi alternative terbaru untuk mendapatkan kulit glowing yang banyak diidamkan, popularitasnya meningkat di Korea Selatan, hingga diminati sampai Singapura.

Di negara tetangga tersebut, Rejuran Healer juga telah mendapatkan izin dari Singapore Health Sciences Authority. Belakangan, treatment ini juga semakin ramai diperbincangkan di Indonesia.

3. Perbedaan dengan filler

Walaupun Rejuran Healer dan filler merupakan alternatif perawatan non-invasif yang dilakukan secara injeksi, keduanya memiliki perbedaan. Pertama, bahan utama filler biasanya didominasi dengan asam hialuronat atau hyaluronic acid. Pada Rejuran Healer mengandung polynucleotides yang memberikan efek regenerasi yang sangat baik, sehingga dapat menawarkan kelebihan yaitu fokus meningkatkan hidrasi kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak.

Kandungan Rejuran Healer bekerja pada lapisan dermis untuk merangsang pertumbuhan sel fibroblast yang secara aktif akan meningkatkan produksi kolagen sehingga ketebalan dan kepadatan sel-sel kulit di lapisan dermis dapat meningkat. Dengan demikian, elastisitas dan penampakan kulit yang sehat serta natural bisa didapatkan.

4. Teruji efektif untuk perawatan anti aging

Efek regenerasi seperti yang telah dijelaskan membuat Rejuran Healer cocok bagi mereka yang menginjak usia 30 tahun ke atas atau merasakan tanda-tanda penuaan. Sebuah penelitian menemukan jika pasien berusia 40-an merasakan adanya perbaikan terhadap keluhan kulit keriput dan kendur setelah melakukan perawatan Rejuran Healer.

“Di Korea, Rejuran Healer populer juga dengan nama youth vaccine karena memang mampu menambah volume, menghaluskan garis dan kerutan, serta mengurangi penampakan age spots,” terang dr. Yulia.

Oleh sebab itu, selain menyasar area wajah, treatment Rejuran Healer juga dapat dilakukan di area rawan keriput seperti leher, kerah leher, hingga belakang telapak tangan.

5. Beragam manfaat lain untuk kulit

“Walaupun demikian, treatment Rejuran Healer tak hanya cocok bagi wanita yang mengalami tanda penuaan. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan wanita muda, atau bahkan pria. Di antaranya untuk meningkatkan kelembaban kulit, mengecilkan pori-pori, memperbaiki skin tone & dark circle, hingga membantu penyembuhan luka,” lanjut dr. Yulia.

6. Do’s & don’ts treatment Rejuran Healer

Sebelum mencoba perawatan terbaru ini, konsultasi dengan dokter harus dilakukan untuk memastikan kontraindikasi. Ibu hamil, penderita penyakit autoimun dan kanker adalah beberapa kondisi yang tidak memenuhi syarat tindakan. Pasien juga harus menghindari penggunaan produk eksfoliasi hingga dilarang mengkonsumsi obat aspirin, antikuogulan dan NSAIDs setidaknya tiga hari sebelum treatment.

Sebelum tindakan dilakukan, wajah pasien akan diolesi dengan krim anestesi agar rasa sakit ketika injeksi dapat diminimalisir. Proses tindakan membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Pasien disarankan untuk tidak menggunakan make up, produk eksfoliasi, menghindari aktivitas fisik berat dan paparan sinar matahari langsung selama beberapa saat setelah melakukan perawatan.

“Adapun efek samping yang mungkin dirasakan pasien adalah kemerahan, nyeri, bengkak, lebam dan reaksi alergi. Pada titik injeksi, akan muncul papul atau benjolan kecil yang akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu satu minggu,” terang dr. Yulia.

7. Pastikan ditangani oleh dokter SpKK profesional

Selalu pastikan untuk mendapatkan tindakan dari dokter profesional yang telah memahami pemetaan pembuluh vena dan jaringan wajah. Injeksi yang dilakukan sendiri atau secara sembarangan dapat berakibat fatal.

Di ZAP Premiere, perawatan Rejuran Healer akan ditangani oleh dermatologis yang telah terlatih dan berpengalaman. Para dokter ini juga siap menjawab seluruh pertanyaan dan memberikan konsultasi kepada pasien.

8. Hasil treatment terlihat dengan cepat

Injeksi awal direkomendasian sebanyak 3-4 kali dengan interval 1 bulan. Perbaikan kondisi dan penampakan kulit setelah melakukan perawatan Rejuran Healer dapat mulai terlihat mulai dari sejak hari kelima pascatindakan. Namun hasil yang signifikan biasanya akan terlihat maksimal pada minggu kedua. Efek dari Rejuran Healer dapat bertahan 6-12 bulan dan dianjurkan untuk melakukan maintenance setiap 6 bulan.

9. Harga sepadan dengan hasil

Ada rupa, ada harga. Treatment Rejuran Healer di ZAP Premiere dihargai sekitar Rp8 Juta per 2 mL. Namun hasil yang dijanjikan akan sepadan, seperti foto-foto yang terlihat di bawah ini. (dapat insert 2-3 foto before after karena akan sangat menarik & pemberitaan lain belum banyak yang menampilkan foto hasil treatment)

10. Akan segera menjadi tren di kalangan wanita

Para selebriti dan influencer mulai melirik dan mencoba Rejuran Healer. Banyak yang dibuat gembira dengan hasil dan manfaatnya. Pasti tak butuh waktu lama untuk kemudian Rejuran Healer menjadi

satu tren bagi wanita. Tertarik untuk mencoba vaksin awet muda terbaru dari Korea ini? (Rls)

Advertisement iklan

Breaking News

Kementerian PUPR Bangun Bendungan Budong- Budong, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Bendungan pertama di Sulbar ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing, namun juga pemerataan hasil-hasil pembangunan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki.

Bendungan Budong-Budong dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan kapasitas tampungan 65,18 juta m3 dalam rangka pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektare.

Kepala BWS Sulawesi III Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana mengatakan, kontrak konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak 8 Desember 2020. Sedangkan pekerjaan konstruksi bendungan dimulai September 2023. “Pembangunan bendungan pertama di Sulawesi Barat ini masih dalam tahap penyelesaian konstruksi dengan progres fisik 27%,” ujarnya.

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Abipraya-Bumi Karsa, KSO dan Konsultan Supervisi PT. Indra Karya – PT. Tuah Agung Anugrah – PT. Ciriajasa E.C, KSO dengan biaya sebesar Rp 1,02 triliun

Bendungan Budong-Budong juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang tengah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan.

Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan mereduksi 60% dari 341,59 m3/detik menjadi 106,76 m3/detik.

Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilalui tujuh sungai yakni Sungai Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan Panggajoang yang mengalir dari daerah perbukitan di bagian timur menuju ke daerah pesisir arah barat dan bermuara di perairan laut Selat Makassar. Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong- Budong.

Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 km2 yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38% dan sekitar 24% lahan kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan aromatika (nilam). Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Presiden Jokowi Resmikan 27 Ruas Inpres Jalan Daerah di Sulawesi Selatan Senilai Rp669 Miliar

Published

on

Bisniscorner.com – Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Anggota Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, PJ Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, dan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau, meresmikan 27 ruas jalan dan 1 jembatan yang dilaksanakan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) di Provinsi Sulawesi Selatan. Peresmian dilaksanakan di ruas Soreang – Senggerang – Kalajong yang berada di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/02/2024).

Pelaksanaan IJD mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Pada TA 2023, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,6 triliun untuk pelaksanaan IJD secara nasional untuk penanganan 2873 km jalan daerah di seluruh tanah air.

“Provinsi Sulawesi Selatan telah diberikan anggaran sebesar Rp669 M untuk tahun 2023, dalam rangka membangun dan memperbaiki 201 km jalan daerah yang ada di Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan, pada tahun 2023 terdapat 27 ruas jalan yang telah selesai dibangun dan diperbaiki di Provinsi Sulawesi Selatan. Dan pada tahun 2024, akan terus dilanjutkan pembangunan bagi ruas jalan daerah lainnya. “Untuk tahun 2024 ini, saya kira akan diberikan tambahan lagi nanti dari pemerintah pusat (Kementerian PUPR),” tambah Presiden Jokowi.

“Kita berharap jalan-jalan di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan semuanya bisa halus, mulus dan akan memperbaiki konektivitas antar daerah dan antar provinsi,” kata Presiden Jokowi.

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Budiamin mengatakan, dari 24 Kabupaten/ Kota yang berada di Sulawesi Selatan, IJD tersebar di 13 Kabupaten/ Kota yang meliputi Soppeng, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Barru, Bulukumba, Bone, Maros, Takalar, Wajo, Tana Toraja, Luwu Timur dan Makassar.

“Dalam pelaksanaan IJD di Provinsi Sulawesi Selatan, terdiri dari pembangunan 27 ruas jalan sepanjang 201 km dan 1 jembatan sepanjang 300 meter. Dan khusus di Kabupaten Pangkep, terdapat 3 ruas IJD dengan total panjang 14,3 km dan total biaya Rp58,9 M,” jelas Budiamin.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Asep Syarip Hidayat menambahkan, tujuan pelaksanaan IJD di Sulawesi Selatan utamanya untuk percepatan peningkatan konektivitas serta meningkatkatkan kemantapan jalan daerah, guna mendukung dan memperlancar logistik, serta akses wisata. Seperti misalnya, ruas jalan yang digunakan sebagai lokasi peresmian, yaitu ruas Soreang – Senggerang – Kalajong untuk mendukung akses menuju kawasan pariwisata Geopark Maros Pangkep.

“Secara keseluruhan, IJD TA 2023 berjalan lancar dan masyarakat sangat mendukung pelaksanaannya. Terkait IJD pada TA 2024, saat ini tengah dalam proses pembahasan di tingkat pusat. Mudah-mudahan dapat menjangkau ke seluruh Kabupaten/ Kota di Sulawesi Selatan. Kementerian PUPR berharap, Pemerintah Daerah dapat memelihara ruas jalan yang sudah dibangun,” tandas Asep.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras dan Hamka Kady, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Ketua Umum JMSI Terima Press Card Number One

Published

on

Bisniscorner.com –  Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa menjadi salah seorang penerima Press card Number One (PCNO) atau Kartu Pers Nomor Satu dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang diselenggarakan di kawasan Ancol, Jakarta Pusat.

Dalam SK nomor 021-SK/PWI-P/HPN/I/2024 tanggal 9 Februari 2024 yang ditandatangani Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Penangung Jawab HPN 2024 Hendry Ch. Bangun bersama Ketua Panitia HPN 2024 Marthen Selamet Susanto disebutkan bahwa  PCNO  merupakan bentuk pengakuan kepada orang-orang pers yang telah menunjukkan kinerja profesional, berdedikasi, pengorbanan, kepada dunia pers, kemerdekaan pers, dalam tahun-tahun pengabdiannya.

Juga disebutkan, “Pemberian ini menyimbolkan upaya masyarakat pers untuk memperhatikan orang- orang yang patut menjadi teladan dengan prestasi yang mereka capai, dan dengan harapan agar dapat menjadi aspirasi bagi insan pers khususnya muda, sekaligus meneruskan jejak emas mereka.”

Selain Teguh Santosa, penerima PCNO lainnya di tahun ini adalah Hasril Chaniago (Sumatera Barat), Muhammad Syahrir (Sumatera Utara), Budiharjo (Bali), Sadagori Henoch Binti (Kalimantan Tengah), Kambali (Riau), Luna Agustin (Riau), Hermanto Ansam (Riau), Sri Mulyadi (Jawa Tengah), Achmad Zaenal Muttaqin (Jawa Tengah), Widiyartono (Jawa Tengah), Adhi Wargono (DKI Jakarta), Budi Nugraha (DKI Jakarta), dan Norman Chaniago (PWI Pusat).

Teguh Santosa yang merupakan pendiri Kantor Berita Politik RMOL juga pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat (2013-2018) dan Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018-2020). Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) pada tahun 2018.

Pria yang lahir di Medan, Sumatera Utara, ini juga berkiprah di dunia internasional. Ia diundang menjadi pembicara di beberapa kegiatan internasional seperti di Korea Selatan, Korea Utara, Maroko, Kuba, dan Venezuela. Dia merupakan salah seorang petisioner masalah Sahara Barat  di PBB New York. Dia telah tiga kali tampil di forum tersebut, yakni pada 2011, 2012, dan 2023. Selain itu Teguh juga menjadi observer pemilu di Federasi Mikronesia (2009), Maroko (2011), dan Venezuela (2018 dan 2022).

Teguh menyelesaikan pendidikan S-1 dari Universitas Padjadjaran Bandung dan S-2 dari University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat. Dia juga pernah menuntut ilmu di National University of Singapore (NUS). Kini Teguh sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di Jurusan Hubungan Internasional Unpad.

Buku-buku yang telah ditulisnya adalah “Komisi I” (2009), “Di Tepi Amu Darya” (2018), “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” (2018), dan “Buldozer dari Palestina” (2022).

Teguh juga mengantongi penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk sejumlah kegiatan. (Rls)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News1 hari ago

Kementerian PUPR Bangun Bendungan Budong- Budong, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi...

Breaking News4 hari ago

Presiden Jokowi Resmikan 27 Ruas Inpres Jalan Daerah di Sulawesi Selatan Senilai Rp669 Miliar

Bisniscorner.com – Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir,...

Breaking News5 hari ago

Ketua Umum JMSI Terima Press Card Number One

Bisniscorner.com –  Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa menjadi salah seorang penerima Press card Number One (PCNO)...

Breaking News5 hari ago

Perkuat Ekonomi Lokal, Kementerian PUPR Selesaikan Renovasi Pasar Sibolga Nauli, Sumut

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan renovasi Pasar Sibolga Nauli menjadi sarana perdagangan rakyat yang...

Breaking News6 hari ago

Pesan HUT ke-34 Perum Jasa Tirta I, Menteri Basuki: Kembangkan Smart Water Management

Bisniscorner.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri Workshop Hari Ulang Tahun Ke-34 Perum Jasa Tirta...

Breaking News1 minggu ago

Menteri Basuki Resmikan Gedung Auditorium dan Gedung Entrepreneurship Terpadu Universitas Brawijaya

Bisniscorner.com – Mengisi weekend di Kota Malang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan Gedung Auditorium Brawijaya...

Trending