Connect with us

Breaking News

Pembekalan Angkatan 219 dan 220 Beasiswa LPDP, Menteri Basuki: Raih Pendidikan Lebih Baik untuk Jawab Berbagai Tantangan Pembangunan

Published

on

Bisniscorner.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan pembekalan bertemakan Refleksi Merah Putih: Aku Pergi Untuk Kembali pada acara Persiapan Keberangkatan (PK) Angkatan 219 dan 220 Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara daring, Jumat (24/11/2023). PK merupakan kegiatan pembekalan yang diikuti para penerima beasiswa LPDP sebelum berangkat studi.

Menteri Basuki mengapresiasi para peserta yang berhasil memperoleh beasiswa LPDP setelah melalui kompetisi yang sangat ketat, sehingga ia berpesan untuk selalu bersyukur. Untuk itu Menteri Basuki berpesan kepada para penerima beasiswa untuk memiliki jiwa juang (fighting spirit) yang tanggung untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Kenapa sekolah atau Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara nasional sangat diperlukan. Pertama, hanya dengan SDM yang unggul daya saing nasional kita bisa lebih baik dan bersaing secara global, tidak mungkin bisa bersaing hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki. Anda semua bagian dari generasi masa depan Indonesia,” kata Menteri Basuki.

Ditambahkan Menteri Basuki, pembangunan SDM juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pemerataan dalam pembangunan nasional. Mengutip data Survei Penduduk Antar Sensus, Menteri Basuki mengatakan, pada tahun 2020 saja sudah ada 57% penduduk Indonesia tinggal di kota (urban) dan diprediksikan pada tahun 2045 sebanyak lebih dari 70% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

“Urbanisasi ini dapat menjadi mesin pertumbuhan atau justru menjadi beban tergantung pada regulasi, perencanaan dan pembiayaan. Artinya, dari segi prasarana dan sarana harus bisa disiapkan, baik itu kebutuhan air minum, sanitasi, transportasi, energi, dan komunikasinya. Pelajaran yang anda dapatkan nanti juga akan menentukan perkembangan Indonesia ke depan,” kata Menteri Basuki.

Selanjutnya dikatakan Menteri Basuki, yang masih menjadi tantangan pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan antar wilayah. “Hal ini masih menjadi tantangan kita ke depan untuk bisa memeratakan pembangunan dan juga focus-fokus pembangunan di masing-masing kepulauan yang harus dikembangkan sesuai kearifan dan kekayaan lokal. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan teknologi yang sesuai untuk masing-masing daerah,” ujarnya.

Tantangan terakhir dalam pembangunan nasional menurut Menteri Basuki adalah degradasi lingkungan, bencana alam, dan perubahan iklim yang juga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai SDM Indonesia untuk mengatasinya. “Sekolah mengubah jalan hidup, baik jalan hidup pribadi maupun jalan hidup bangsa secara nasional,” ujarnya.

Menteri Basuki mengingatkan agar para peserta beasiswa LPDP bersekolah dengan niat untuk meraih ilmu dan skill yang bermanfaatkan, bukan hanya sekedar mengejar ijazah saja. “Karena studi ke luar negeri adalah kesempatan langka untuk memperoleh perspektif baru, memperbanyak pengalaman, serta membangun jejaring nasional dan internasional. Dan yang penting niatkan juga untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi agar dapat memberikan kontribusi terbaik anda untuk masa depan Indonesia,” ujar Menteri Basuki.

Terakhir, Menteri Basuki berpesan agar jangan pernah berhenti belajar karena teknologi saat ini maupun yang akan datang akan lebih cepat berganti. Sehingga saat orang berhenti belajar, saat itulah ia akan mulai bodoh. “Harapan saya beasiswa LPDP ini dapat membentuk orang-orang pintar yang benar. Benar artinya berbasis iman dan hidayah.  Karena kepandaian ilmu yang kehilangan hidayah akan dikuasai oleh nafsu yang dapat mencelakakan atau merugikan orang banyak atau negara,” tutupnya. (Rls)

Breaking News

Meniru Produk Tisu NICE, PT The Univenus Peringatkan Produsen Tisu MICE

Published

on

Bisniscorner.com – PT The Univenus mengecam sikap dan tindakan yang dilakukan oleh PT Azkia Diva Nusantara selaku produsen Tisu MICE yang dinilai tidak mempunyai niat dan itikad baik dalam menindaklanjuti pernyataan permintaan maaf yang telah dibuat sebelumnya. Diketahui bahwa produk Tisu MICE memiliki kemiripan dengan merek dan kemasan Tisu NICE yang  telah sejak lama diproduksi dan dipasarkan oleh  PT The Univenus. Hal ini disampaikan oleh Surya K. Susanto, S.H., M.H., Kuasa Hukum PT The Univenus.

Dalam pernyataannya, Surya menjelaskan bahwa PT The Univenus telah melayangkan somasi  pada tanggal 13 Desember 2023 lalu, dengan tujuan untuk memberikan peringatan sekaligus menyelesaikan masalah ini, dan terhadap somasi ini pihak produsen Tisu MICE PT Azkia Diva Nusantara melalui kuasa hukumnya, Rajawali Kusuma Law Firm, telah mengakui kesalahannya dan bersedia menarik semua produk Tisu MICE dari pasaran dan akan melakukan pembatalan pendaftaran merek MICE di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Namun pada kenyataannya, sampai sekarang PT Azkia Diva Nusantara masih terus memproduksi dan memasarkan produk Tisu MICE. Bahkan di banyak seller, produk tisu MICE sudah dianggap sama dengan produk Tisu NICE.

Dengan demikian,  PT Azkia Diva Nusantara tidak mempunyai  niat dan etikat baik serta kesungguhan  untuk mematuhi apa yang telah dijanjikan dalam surat permintaan maafnya.

“Kami menghargai pengakuan kesalahan yang disampaikan oleh PT Azkia Diva Nusantara. Namun, pengakuan saja tidak cukup. Kami membutuhkan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini demi melindungi hak kekayaan intelektual klien kami dan mencegah kerugian lebih lanjut,” tegas Surya.

Surya menekankan bahwa PT The Univenus saat ini telah mengajukan upaya hukum baik dari Laporan Polisi maupun Gugatan di Pengadilan dan tidak menutup kemungkinan akan mengajukan Gugatan Ganti Kerugian atas kerugian yang dialami oleh PT The Univenus dan kerugian dari konsumen terhadap produk tiruan dari Nice.

“Untuk saat ini kami tidak akan membuka pintu dialog maupun perdamaian dengan pihak PT Azkia Diva Nusantara dan akan melakukan semua upaya hukum untuk menghentikan plagiasi merek Nice yang  mengelabui para konsumen,” pungkas Surya. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Kementerian PUPR Apresiasi Peran Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Program Penurunan Angka Stunting

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam program penurunan angka stunting (gangguan petumbuhan pada anak) lewat penyediaan akses air bersih dan sanitasi, mengajak perguruan tinggi ikut berperan dalam program tersebut.

“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon ini yang akan melaksanakan kuliah kerja mahasiswa  (KKM) ke lapangan, kita dorong untuk dapat menjadi agen pendamping program pengentasan stunting,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pada pembekalan KKM di Universitas Muhammadiyah Cirebon mewakili Menteri PUPR, Sabtu (13/7/2024).

Sekjen Zainal Fatah menyampaikan apresiasinya terhadap tema KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon tahun 2024 yang salah satunya mengangkat isu tentang  penanganan stunting dan kecakapan SDM perempuan dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

“Dalam mewujudkan penurunan stunting kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak sesuai tugas dan peran masing-masing. Khusus Kementerian PUPR mendukung akses air bersih dan sanitasi melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS). Program ini bersifat inklusif dengan keterlibatan seluruh masyarakat termasuk perempuan dan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” kata Zainal Fatah.

Dikatakan Sekjen Zainal Fatah, selain program perbaikan gizi, pada dasarnya yang harus diperbaiki adalah ketahanan pangan masyarakat secara mandiri. “Selanjutnya adalah infrastrukturnya, tidak mungkin punya makanan yang sehat kalau airnya tidak sehat. Demikian juga dengan sanitasi yang baik diperlukan air yang bersih,” ujarnya.

Tercatat, pada periode 2018-2023, PAMSIMAS telah dilaksanakan di 19.126 Lokasi dengan anggaran Rp 4,78 triliun. Untuk SANIMAS, pada periode 2018-2023, telah dilaksanakan di 5.989 lokasi yang sebagian besar merupakan kabupaten/kota prioritas penanganan stunting dengan biaya Rp2,2 triliun, dengan jumlah balita stunting penerima manfaat sebanyak 18.747 jiwa.

Hingga tahun 2023, capaian akses sanitasi layak sebesar 82% dan air minum sebesar 92% dari target 100% pada tahun 2024. Sementara layanan air minum perpipaan pada akhir 2024 diperkirakan mencapai 20% dari target 30%, sehingga masih terdapat gap 10%.

Selain lewat program PAMSIMAS dan SANIMAS, Sekjen Zainal Fatah mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan dan ketahanan air, Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada periode 2015-2024 juga menargetkan pembangunan 61 bendungan yang akan menambah volume air sebesar 3,82 milyar m³.

“Hingga saat ini, telah selesai 43 bendungan termasuk bendungan Cipanas yang baru saja diresmikan oleh Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sementara sisanya 18 bendungan lainnya masih dalam tahap konstruksi. Dari 18 bendungan tersebut 15 diantaranya ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2024,” kata Sekjen Zainal Fatah.

Rektor Universitas Muhammadiah Cirebon Arif Nurudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen Zainal Fatah mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pembekalan KKM tersebut. “Ini merupakan KKM berkelanjutan, ada beberapa desa yang sudah kami tangani. Dengan dana kampus dan dana Lazis Muhammadiyah, kami ikut berkontribusi dalam membantu pemerintah mengatasi stunting,” ujarnya. (Rls)

Continue Reading

Breaking News

Tingkatkan SDM Bidang Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Bertransformasi Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum

Published

on

Bisniscorner.com – Dalam mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap bekerja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi upaya transformasi yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sapta Taruna yang dikelola Yayasan Pendidikan Putra menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum. Izin penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  tertanggal 25 Juni 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku Pembina Yayasan Pendidikan Putra terus mendorong Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum agar menjadi lembaga pendidikan yang kredibel dalam mendukung penyediaan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten di Indonesia.

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Arie Setiadi Moerwanto mengatakan penggantian nama STT Sapta Taruna menjadi STT PU bertujuan untuk meningkatkan minat belajar masyarakat terhadap Pendidikan teknik ke-PU-an. Penamaan Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum dinilai akan lebih mudah melekat kepada masyarakat.

“Kita membuka selebar-lebarnya akses ini untuk masyarakat umum. Tanpa mengurangi semangat Sapta Taruna, survei masih banyak masyarakat yang kurang mengenal Sapta Taruna, sehingga kami putuskan berganti Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum,” kata Arie Setiadi usai penyerahan Surat Keputusan Mendikbudristek yang dilaksanakan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Menurut Arie, dengan penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum tidak akan mengubah program pendidikan yang lama yakni tetap fokus pada 3 program studi yakni; Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Teknik Informatika. Arie mengatakan porsi pendidikannya lebih banyak di lapangan, dengan alat yang sama dengan yang digunakan di bidang konstruksi.

“Kurikulumnya yang di kelas hanya 6 semester, sisanya langsung terjun di lapangan, magang dan bekerja di semua lini yang terkait Kementerian PUPR. Kita akan lebih fokuskan pada yang dibutuhkan Kementerian PUPR, misalnya Teknik Informatika fokus pada Hidro Informatik di Bidang Sumber Daya Air, sehingga pengendalian banjir lebih efektif, termasuk pengendalian kekeringan lebih efektif,” kata Arie Setiadi.

Arie mengatakan bahwa ke depan pembangunan infrastruktur masih terus menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mengejar daya saing infrastruktur di kancah global, di samping itu juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terus dilaksanakan oleh pemerintah, termasuk melalui Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum.

“Kita bisa membantu Kementerian PUPR untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil dalam mendukung pembangunan infrastruktur untuk bangsa. Kami bekerja sama dengan Kementerian PUPR, termasuk mitra-mitra Kementerian PUPR. Saya berharap alat-alat termasuk laboratorium dan alat-alat praktik sama dengan yang dipakai pegawai Kementerian PUPR untuk bekerja di lapangan,” kata Arie. (Rls)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News2 jam ago

Meniru Produk Tisu NICE, PT The Univenus Peringatkan Produsen Tisu MICE

Bisniscorner.com – PT The Univenus mengecam sikap dan tindakan yang dilakukan oleh PT Azkia Diva Nusantara selaku produsen Tisu MICE...

Breaking News2 hari ago

Kementerian PUPR Apresiasi Peran Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Program Penurunan Angka Stunting

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam program penurunan angka stunting...

Breaking News2 hari ago

Tingkatkan SDM Bidang Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Bertransformasi Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum

Bisniscorner.com – Dalam mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap...

Breaking News4 hari ago

Kementerian PUPR Pastikan Infrastruktur IKN Siap Dukung Upacara HUT ke-79 RI

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses kesiapan infrastruktur jelang pelaksanaan Upacara Bendera HUT ke-79...

Breaking News5 hari ago

Kementerian PUPR Terima Apresiasi Kolaborasi Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2024

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima apresiasi penyelenggaraan dukungan infrastruktur dan transportasi pada arus mudik dan...

Breaking News5 hari ago

Pembangunan Direct Toll Access KM 25 Tangerang Resmi diMulai

Bisniscorner.com – Infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dapat...

Trending