Connect with us

Breaking News

Pembangunan Panggung Sebagai Upaya Memfasilitasi Berbagai Kegiatan Warga

Published

on

Bisniscorner.com – Setelah diselesaikan selama 6 bulan, dosen dan mahasiswa Arsitektur Universitas Mercu Buana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Perumahan Puri Kartika Ciledug Kota Tangerang berupa Pembangunan Panggung beserta Fasilitasnya.

Panggung selain untuk aktivitas senam, panggung  juga memfasilitasi berbagai kegiatan warga seperti pagelaran seni dan budaya, pertemuan warga dan penyelenggaraan peringatan hari-hari besar keagamaan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menekankan pentingnya aktivitas fisik khususnya senam aerobik dalam menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sejalan dengan pengakuan global terhadap manfaat aktivitas fisik secara teratur dalam mencegah berbagai masalah kesehatan. Selain itu, mendorong aktivitas fisik, termasuk olahraga aerobik, dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan individu dan komunitas secara keseluruhan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Belum Memiliki Panggung Sendiri

Selama ini di Perumahan Puri Kartika RT 04 RW 09 Ciledug Tangerang tidak memiliki panggung, sehingga selalu pinjam panggung di RT lain. Dari studi kawasan RT 04, terdapat lahan berlevel lebih tinggi di kawasan lapangan olahraga yang tidak terpakai dan tidak terurus dengan baik. Lahan ini sangat berpotensi jika dimanfaatkan untuk pembangunan panggung sederhana dikarenakan level ketinggian yang lebih tinggi dan lahannya menghadap ke lapangan olahraga perumahan.

Jika lahan ini dimanfaatkan dengan baik akan berdampak positif bagi masyarakat perumahan yaitu,  selain berbagai kegiatan RT seperti Pertemuan Warga dan penyelenggaraan Peringatan hari-hari besar keagamaan juga dapat digunakan dengan mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas senam bersama yang dapat menyehatkan kesehatan tubuh dan juga mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Sehingga perlu mewujudkan pembangunan Panggung untuk Kegiatan Masyarakat di Perumahan Puri Kartika  RT 04 RW  09 Ciledug Kota Tangerang dengan fasilitas lainnya berupa taman dan kursi yang merupakan bagian pendukung dari panggung tersebut.  Metode yang dipakai adalah melakukan Kerjasama antara Pihak UMB sebagai Perencana dan Pihak RT 04 RW  09 Perumahan Puri Kartika  Ciledug Kota Tangerang sebagai Pelaksana  dalam  Pekerjaan daerah Pentas Utama, Taman dan kursi.

Ketua Tim, Ibu Ir. Andjar Widajanti, MT., menyampaikan harapannya dari pembuatan panggung dan taman tersebut selain menambah atau melengkapi fasilitas dalam perumahan, yang sangat penting adalah dapat mempererat tali silaturahmi dan menyehatkan tubuh masyarakat  karena berbagai aktivitas yang dapat diwadahi dengan adanya panggung tersebut.

Beliau juga menambahkan harapannya bagi pelaksana PKM. “Pelaksana PKM diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Perumahan Puri Kartika melalui program-program yang mereka laksanakan dan dapat mendorong lahirnya inovasi dan solusi kreatif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Perumahan Puri Kartika khususnya RT 04 RW 09,” tambahnya (19/7/24).

Dr. Ir. Muji Indarwanto, MM. MT. & Dian Ekaputri, ST. M.Ars., dua dosen yang mengikuti kegiatan tersebut, juga memberikan pandangannya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan berbagai kegiatan bersama dalam lingkungan perumahan dengan melengkapi fasilitas panggung yang banyak manfaatnya guna sosialisasi dan menjaga kebugaran tubuh. Pembuatan taman panggung sederhana ini selain menambah atau melengkapi fasilitas dalam perumahan dapat mempererat tali silaturahmi dan menyehatkan tubuh masyarakat sekitar karena banyak aktivitas yang dapat diwadahi dengan adanya fasilitas panggung ini,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua RW 09, Iwan Setiyono, menyampaikan rasa syukurnya, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena rekan-rekan dosen Arsitektur dan mahasiswa dari Universitas Mercu Buana telah banyak membantu RW kami dari berbagai aspek, baik fisik maupun sosial. Mereka telah menginspirasi warga untuk lebih mandiri serta saling bergotong royong.

“Kerja sama kami dengan Universitas Mercu Buana menjadi motivasi bagi kami untuk terus maju kedepannya. Atas kepeduliannya kepada kami serta masyarakat di Perumahan Puri Kartika, kami ucapkan banyak terima kasih,” ujarnya.

Ketua RT 04, M. Hawari, juga memberikan tanggapan positif, kami berterima kasih atas kerjasama dan dukungan Universitas Mercu Buana. Segala pencapaian yang diraih tidak terlepas dari peran besar dan berharga para dosen dan mahasiswa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Mercu Buana yang telah membantu dalam kegiatan ini. Terima kasih atas dedikasi, kerjasama, serta dukungan semuanya.

Kegiatan pengabdian ini tidak berhenti sampai di sini. Universitas Mercu Buana berkomitmen untuk terus mendampingi dan menjadikan Perumahan Puri Kartika sebagai mitra. Kedua lembaga tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai penggerak kegiatan sosial di masyarakat perumahan Puri Kartika.

Selain itu, Ibu Andjar Widajanti juga berharap agar program pengabdian masyarakat di Puri Kartika dapat meningkatkan program ini dapat mempererat tali silaturahmi dan menyehatkan tubuh masyarakat sekitar karena banyak aktivitas yang dapat diwadahi dengan adanya fasilitas panggung ini. (Rls)

 

Breaking News

Kementerian PU Percepat Pembangunan Tanggul Ciliwung, Solusi Pengendalian Banjir Jabodetabek

Published

on

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat pengendalian banjir di wilayah Jabodetabek dengan membangun sistem tanggul Sungai Ciliwung secara bertahap. Upaya ini melanjutkan rencana pengendalian banjir yang telah disusun sejak Master Plan tahun 1973 dan diperbarui sesuai kebutuhan kawasan perkotaan Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan tanggul Ciliwung merupakan infrastruktur strategis yang harus dipercepat untuk mengurangi risiko banjir di pemukiman padat.

“Pengendalian banjir membutuhkan sistem yang bekerja menyeluruh. Pembangunan tanggul Ciliwung menjadi prioritas agar masyarakat di sepanjang sungai mendapatkan perlindungan yang lebih baik,”ujar Menteri Dody.

Kepala melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung menjelaskan bahwa pembangunan tanggul dilakukan di beberapa ruas prioritas yang memiliki risiko luapan tertinggi.

“Panjang keseluruhan tanggul yang akan dikerjakan mencapai sekitar 33,69 km, dengan rincian 17,14 km sudah terbangun dalam periode 2013–2024 dan 200 m akan diselesaikan melalui pekerjaan lanjutan pada tahun 2025,” ujar David dalam paparannya beberapa waktu lalu di Bendungan Ciawi, Bogor

Selain capaian tersebut, BBWS Ciliwung-Cisadane juga menyiapkan paket pekerjaan tanggul baru yang akan dilaksanakan pada periode 2026–2029, mencakup beberapa kelurahan prioritas seperti Manggarai, Kampung Melayu, Bidaracina, Kebon Baru, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, hingga Tanjung Barat. Total panjang tanggul yang masuk dalam rencana konstruksi lanjutan mencapai 16,55 km sesuai tabel perencanaan yang telah disusun.

“Ruas-ruas ini berada di zona kritis yang selama ini sering terdampak luapan. Dengan pembangunan tanggul permanen, risiko genangan dapat ditekan secara signifikan,” tambah David.

Pengendalian banjir Sungai Ciliwung tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga sistem monitoring modern. BBWS Ciliwung-Cisadane saat ini mengoperasikan Command Center Pengendalian Banjir yang dilengkapi CCTV pemantau sungai, dan Early Warning System yang digunakan untuk kesiapsiagaan jika terjadi banjir.

“Melalui sistem peringatan dini, kami dapat memproyeksikan potensi banjir, durasi genangan, hingga wilayah terdampak. Informasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan saat terjadi peningkatan debit di Ciliwung,” tambah David.

Dengan percepatan pembangunan tanggul Ciliwung dan penguatan sistem monitoring banjir, Kementerian PU memastikan upaya pengendalian banjir di Jabodetabek dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat. (*)

Continue Reading

Breaking News

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor di Sibolga, Akses Jalan Nasional Tarutung–Batas Taput/Tapteng Tembus 42 Km

Published

on

Bisniscorner.com  — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Penanganan tanggap darurat masih difokuskan pada pembukaan akses jalan nasional serta pengendalian aliran sungai untuk mencegah dampak lanjutan dan penyediaan prasarana air bersih dan sanitasi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Sibolga. “Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Menteri Dody.

Pada ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga, penanganan longsor dilakukan secara intensif oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara bersama BBWS Sumatera II Medan, sejumlah BUMN Karya dan TNI. Sebanyak 14 unit excavator, 1 unit dozer, 2 unit backhoe loader dan 3 unit wheel loader dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsoran dan perbaikan badan jalan.

Hingga kini, di ruas Tarutung-Sibolga sepanjang 59km, penanganan di 131 titik longsor telah diselesaikan, dan jalur Tarutung–Batas Taput/Tapteng sepanjang 42km sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara sepanjang 17 km lainnya masih dalam proses penanganan 7 titik longsor/jalan amblas secara bertahap dari arah Tarutung maupun dari arah Sibolga.

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan juga melakukan penanganan darurat Sungai Aek Doras di Kota Sibolga untuk mengurangi risiko banjir susulan. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan dukungan alat berat dan bahan banjiran antara lain 1 unit excavator long arm, 1 unit excavator standar, serta beberapa unit dump truck. Dukungan juga diberikan oleh BUMN Karya Nindya Karya, WIKA, dan Dinas PU Kota Sibolga.

Selanjutnya dari sisi dukungan logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara telah mengirimkan total 13 unit Hidran Umum (HU), 1 unit mobil tangki air, 1 unit biofilter, serta 2 unit toilet portabel untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan petugas di lapangan.

Kementerian PU terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana dengan memastikan konektivitas jalan nasional segera pulih, pengendalian sungai berjalan optimal, serta dukungan infrastruktur dasar terpenuhi demi mempercepat pemulihan aktivitas warga dan perekonomian daerah. Untuk mempercepat mobilisasi, alat berat dibagi ke beberapa sektor penanganan. (*)

Continue Reading

Breaking News

Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumut, Kementerian PU Pastikan Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera Dapat Dilalui

Published

on

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas utama di Provinsi Sumatera Utara berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi. Ruas strategis Lintas Timur di Sumatera Utara yang menghubungkan Medan–Binjai–Pangkalan Brandan–Tanjung Pura hingga perbatasan Aceh telah kembali dapat dilalui, seiring percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa Kementeriam PU terus melakukan penanganan jalan dan jembatanan untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi logistik berjalan normal.

“Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” kata Menteri  Dody.

Untuk mendukung percepatan penanganan,  Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menurunkan 96 unit alat berat, 6 unit alat pendukung, serta 1.957 unit bahan dan material penanganan bencana yang difokuskan pada pembukaan akses, perbaikan darurat, dan pembersihan material banjir.

Berdasarkan pendataan sementara, bencana berdampak pada 12 ruas jalan nasional dan 4 jembatan nasional, serta 21 ruas jalan daerah dan 4 jembatan daerah di berbagai kabupaten/kota. Penanganan darurat terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan jalur vital tetap berfungsi.

Di jaringan jalan tol, seluruh ruas terdampak di Sumatera Utara telah kembali beroperasi normal. Namun, pada Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi masih diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow sejak 4 Desember 2025. Kementerian PU menargetkan ruas tersebut dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya sebelum 16 Desember 2025.

Selain pemulihan konektivitas, penanganan bencana di Sumatera Utara juga difokuskan pada pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor Sumber Daya Air, tercatat sebanyak 51 sungai, 7 bendung, dan 9 sistem air baku terdampak bencana di Sumatera Utara. Kementerian PU terus melakukan identifikasi kerusakan dan penanganan darurat untuk menjaga fungsi infrastruktur pengendalian banjir dan ketersediaan air.

Pada sektor permukiman, Kementerian PU telah mengidentifikasi kerusakan infrastruktur SPAM dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebanyak 34 unit. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, dukungan darurat disalurkan berupa 66 hidran umum, 8 mobil tangki air, 21 unit toilet portable, 4 unit biority, 3 mobil toilet, serta 1 unit pipa mobile.

Selain itu, bencana juga berdampak pada prasarana strategis sosial, meliputi 231 unit sekolah, 121 unit madrasah, 39 unit pondok pesantren, 18 unit pasar, 9 fasilitas kesehatan, serta 36 rumah ibadah. Data ini menjadi dasar penyiapan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (*)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News6 jam ago

Kementerian PU Percepat Pembangunan Tanggul Ciliwung, Solusi Pengendalian Banjir Jabodetabek

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat pengendalian banjir di wilayah Jabodetabek dengan membangun sistem tanggul Sungai Ciliwung secara bertahap....

Breaking News1 hari ago

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor di Sibolga, Akses Jalan Nasional Tarutung–Batas Taput/Tapteng Tembus 42 Km

Bisniscorner.com  — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Sibolga,...

Breaking News2 hari ago

Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumut, Kementerian PU Pastikan Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera Dapat Dilalui

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas utama di Provinsi Sumatera Utara berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi. Ruas strategis...

Breaking News3 hari ago

Menteri Dody Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsi Banjir Langkat, Kementerian PU Terus Aktif Bantu Penanganan Tanggap Darurat

Bisniscorner.com — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Madrasah...

Breaking News4 hari ago

Bersama Membangun Kembali harapan, Sun Life Indonesia Berkomitmen Mendukung Pemulihan Banjir dan Longsor

Bisniscorner.com – Sun Life Indonesia memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat,...

Breaking News4 hari ago

Kementerian PU Fokus Buka Jalur Lintas Tengah Aceh, 13 Jembatan Putus Jadi Prioritas Pemulihan Konektivitas

Bisniscorner.com — Di tengah mulai pulihnya Jalur Lintas Barat dan Timur yang telah kembali dapat dilalui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU)...

Trending