CSR
Peduli Sesama, Komunitas Olahraga Masa Gini (OMG) Rutin Charity
Bisniscorner.com– Sebagai sebuah komunitas olahraga yang belum genap 1 tahun, Komunitas OMG (Olahraga Masa Gini) mulai banyak dikenal dikalangan anak muda DKI Jakarta khususnya Jakarta Barat. Komunitas OMG adalah komunitas anak muda yang memiliki berbagai macam olahraga seperti badminton, voli, basket, tennis, futsal dan sepak bola. Komunitas olahraga anak muda ini sangat berpotensi untuk melakukan berbagai hal-hal positif seperti yang sudah di jalani yakni charity.
Komunitas OMG yang biasa disebut di kalangan anak muda Jakarta Barat ini melakukan kegiatan charity dengan open donasi kepada masyarakat umum serta melibatkan anggotanya untuk berbagi. Dengan anggotanya yang kurang lebih 100 orang, selama periode 1 juni – 30 juni 2024 lalu, terkumpul donasi sekitar Rp 6.135.000 didonasikan dalam bentuk uang tunai, makanan dan berbagai bingkisan. Kegiatan charity ini dilaksanakan di Yayasan Uswatun Hasanah Cengkareng, Jakarta Barat. Proses donasinya ditangani langsung oleh Komunitas OMG.
OMG (Olahraga Masa Gini) ingin membantu sesama untuk saling mengasihi. Charity ini bisa terlaksana berkat keinginan dan rasa kepeduliaan terhadap sesama manusia. Dengan rasa kepeduliaan yang tinggi membuat hati terketuk untuk berbagi. “Kegiatan positif ini akan terus di lakukan untuk mengisi aktifitas komunitas selain olahraga. Kegiatan positif charity ini akan di buat rutin 3-6 bulan 1 kali melihat kondisi dan situasi” ujar Afandi penanggung jawab komunitas OMG.
Kegiatan charity ini berlangsung cukup menyenangkan karena meliputi beberapa runtutan acara seperti games serta makan bersama. “Kegiatan Charity ini sangat menarik karena dari komunitas kami mengadakan games serta makan bersama melibatkan anak-anak yayasan uswatun hasanah” ujar Afandi. “Semoga di kemudian hari kita bisa kembali mengadakan kegiatan positif ini, serta bisa memberikan kebahagiaan kepada anak-anak,” imbuhnya.
Dengan adanya kegiatan ini dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi semuanya. Sebagai informasi santunan diberikan pada 30 anak panti.Komunitas ini juga memberikan kesempatan untuk masyarakat umum tanpa batasan apapun untuk bergabung di komunitas ini. Untuk lebih detailnya, bisa cek Instagram @omgsportcom. (Rls)
CSR
Alfamidi Ajak Komunitas Bank Sampah Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme
Bisniscorner.com – Puluhan anggota komunitas bank sampah di Kecamatan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan antusias mengikuti pelatihan pembuatan eco enzyme yang digelar Alfamidi di Bank Sampah Sakura, Srengseng Sawah, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Kampung Merdeka Alfamidi, yang berfokus pada pembangunan lingkungan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, peserta diajak memanfaatkan sampah organik rumah tangga, seperti sisa kulit buah dan sayuran, untuk diolah menjadi eco enzyme.
Eco enzyme dikenal sebagai cairan serbaguna yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain bermanfaat, pengolahan ini dinilai mampu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Tak hanya praktik, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat eco enzyme sebagai produk ramah lingkungan serta perannya dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan. Pegiat lingkungan Tri Sugiarti, yang akrab disapa Menik, turut memandu proses pembuatan eco enzyme dan mendorong peserta untuk memulai pengolahan sampah organik dari rumah.
“Eco enzyme bisa dibuat dengan cara sederhana dan bahannya mudah didapat. Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Menik.
Corporate Communication Manager Alfamidi Retriantina Marhendra mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman bagi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Melalui Kampung Merdeka Alfamidi, kami ingin mengajak masyarakat melihat sampah organik sebagai sesuatu yang bernilai. Dengan pengolahan sederhana, sampah bisa dimanfaatkan kembali dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” ujar Retriantina.
Salah satu peserta, Fatur, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan pembuatan eco enzyme dari sampah buah terasa seru dan bermanfaat. “Kegiatannya seru, kami belajar membuat eco enzyme dari sampah buah. Ke depannya, rencananya ingin saya terapkan juga bersama anak-anak karang taruna,” ungkapnya.
Ke depan, Alfamidi berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi serupa dengan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (Rls)
CSR
Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026
Bisniscorner.com — Dalam rangka memperingati World Environmental Education Day, Ascott Regional Jabotabek menunjukan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dengan menyelenggarakan program lingkungan yang bersifat edukatif dan dilakukan secara langsung di Universitas Trilogi.
Inisiatif ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Jakarta Berkebun dan Trilogi Berkebun, yang menghadirkan para praktisi, akademisi, serta anggota komunitas untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui aksi nyata.
Program ini melibatkan perwakilan dari lebih dari 20 properti di bawah portofolio The Ascott Limited, termasuk Ascott, Citadines, Oakwood, Somerset, Harris, Vertu, Yello, Pesona Alam, dan The Botanica Sanctuary. Partisipasi kolektif ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat serta tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Reza Syah Putra, Corporate Director of Operations Excellence, menyampaikan, kolaborasi ini memiliki makna yang sangat penting dalam perayaan World Environmental Education Day. Kami percaya bahwa dengan bekerjasama dengan para mitra yang memiliki visi sejalan, kami dapat menginspirasi dalam hal yang positif serta berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menjadikan inisiatif ini memiliki dampak yang positif.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi lingkungan interaktif yang dipandu oleh para ahli urban farming dan pertanian dari Universitas Trilogi. Para peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya urban farming, termasuk teknik budidaya tanaman, proses perawatan, serta metode panen berkelanjutan.
Sesi edukasi ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon secara langsung, dimana para peserta dibimbing oleh fasilitator lingkungan, Bapak Dr. Ahmad Rifqi Fauzi, S.P., M.Si (Tim Ahli Pusat Studi Pertanian Perkotaan) mengenai teknik penanaman yang tepat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan manfaat ekologis. Dalam kegiatan ini, peserta menanam pohon alpukat yang melambangkan keberlanjutan, sumber kehidupan, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan jangka panjang.
Sebagai simbol komitmen berkelanjutan, papan Ascott Cares dipasang di lokasi kegiatan. Papan ini merepresentasikan dedikasi Ascott terhadap keberlanjutan lingkungan, mengapresiasi upaya kolaboratif bersama mitra komunitas, serta menjadi pengingat jangka panjang atas kontribusi perusahaan dalam inisiatif urban farming dan edukasi lingkungan.
Program ini selaras dengan Ascott Cares, khususnya pada pilar Environment dan Community, sebagai wujud komitmen berkelanjutan Ascott dalam menciptakan dampak positif dan jangka panjang melalui edukasi, kolaborasi, serta praktik berkelanjutan. (Rls)
CSR
Ribuan Siswa se-Jakarta Diajak Peduli Lingkugan dengan Penanaman 3.000 Pohon
Bisniscorner.com – Di tengah maraknya pemberitaan tentang krisis lingkungan, mulai dari cuaca buruk hingga kerusakan alam, sebuah gerakan justru tumbuh dari tangan anak-anak. Sepanjang 2025, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) menghadirkan edisi bertema lingkungan sebagai upaya mengenalkan literasi lingkungan sejak dini, bukan sebagai wacana, melainkan ajakan bertindak.
Literasi lingkungan diperkenalkan sejak dini sebagai proses berpikir kritis, bukan sekadar hafalan atau pesan moral. Anak-anak diajak membaca, memahami, mempertanyakan, lalu yang terpenting bertindak. Konten disusun untuk membangun pemahaman kontekstual: mengapa lingkungan rusak, apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari anak, dan tindakan sederhana apa yang bisa dilakukan dari ruang terdekat mereka.
Pendekatan ini menghasilkan keterlibatan aksi nyata. Majalah CIA berkolaborasi dengan Nissin Soklat mengadakan program bertajuk “Gerak Untuk Bumi”. Melalui program ini, sebanyak 5.000 siswa sekolah dasar di Jakarta terlibat dalam kegiatan penanaman lebih dari 3.000 bibit tumbuhan di lingkungan sekolah, yang berlangsung sepanjang November hingga Desember 2025.
“Literasi tidak boleh berhenti di teks. Anak perlu ruang untuk menyerap informasi, mengolahnya menjadi pemahaman, lalu menyajikannya kembali dalam bentuk sikap dan tindakan. Ketika anak paham mengapa sesuatu penting, aksi baik akan lahir secara alami, bukan karena disuruh,” ujar Stefanie Augustin, pendiri Majalah CIA.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat berjalan lebih efektif ketika media anak, dunia pendidikan, dan mitra pendukung bergerak bersama dengan peran yang jelas dan tujuan yang terukur. (Rls)
-
Hotel5 tahun agoHOTEL SANTIKA TERASKOTA BSD CITY
-
Gaya Hidup6 tahun agoLebih Dekat Mengenal Brand Clothing Line Erigo dan Thanksinsomnia
-
Bisnis5 tahun agoAplikasi “Jiwa+” Cara Gampang Pesan Kopi Janji Jiwa & Jiwa Toast
-
Hotel5 tahun agoPaket Intimate Wedding di Hotel Santika BSD City Dibandrol Rp 9.999.000
-
Hotel5 tahun agoHotel Santika BSD Teraskota Tawarkan Paket Pernikahan Mulai Rp 17 Jutaan
-
Breaking News5 tahun agoPebisnis Asal Tangsel Ikut Cerdaskan Anak Bangsa
-
Bisnis6 tahun agoBakmi Siantar LINA di Gading Serpong Sajikan Aneka Menu Mie
-
Breaking News5 tahun agoPolda Banten Gelar Pengukuhan dan Pelantikan Siswa Diktuk Bintara Polri TA.2020/2021
